Breaking News:

Kuti Kata Maluku

Kuti Kata; Kumpul Samua

Masyarakat di kepulauan Maluku (Maluku, Maluku Utara), "biking apapa tuh deng bakumpul"

Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Pdt. Elifas Tomix Maspaitella
Bakumpul 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - "Kumpul samua" (=kumpulkan semuanya) "jang ada yang tacere" (=jangan ada yang terpisah).

Istilah atau tindakan "kumpul" ini menjadi menarik disimak.

Masyarakat di kepulauan Maluku (Maluku, Maluku Utara), "biking apapa tuh deng bakumpul" (=melakukan apa pun dimulai dengan berkumpul).

Malah "rekeng apapa tuh jua kumpul dolo baru rekeng" (=menghitung apa pun juga, dikumpulkan dahulu baru dihitung).

"Gae pala kas' jatuh, punggul, kumpul dolo baru rekeng. Su bala lai, kumpul koi smua baru rekeng, la rekeng jua lima-lima" (=menarik buah pala hingga jatuh, dipungut, dikumpulkan terlebih dahulu kemudian dihitung.

Setelah dibela, isinya pun dikumpulkan pula kemudian dihitung, dan caranya dengan kelipatan lima).

Baca juga: Kuti Kata; Hidop Lebe Penting Daripada Bakumalawang Tar Guna

Baca juga: Kuti Kata; Bilang Apapa Saja Jua!

"Pulang redi lai, ikang tuh kumpul smua baru rekeng ada brapa loyang ka brapa ekor" (=sepulang menjala ikan pun, ikan dikumpulkan dahulu kemudian dihitung ada berapa bokor atau berapa ekor).

"Jang kata redi, pi huhate lai, dapa ikang brapa ekor tuh rekeng akang par satu cucu" (=tidak usah sampai menjala, huhate juga setiap ikan berapa pun tidak dihitung jumlah ekornya tetapi satu cucuk/tali untuk mengumpulkan semua ikan yang diperoleh).

"Jadi seng bisa rekeng satu-satu, mar sakumpul" (=jadi tidak bisa hitung satu-satu tetapi sekumpulan).

"Mau biking apapa lai musti kumpul baru baku ator" (=ketika hendak melakukan suatu kegiatan pun harus berkumpul guna mengaturnya), "seng bisa biking iko diri sandiri pung mau" (=tidak bisa mengikuti kehendak pribadi).

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved