Breaking News:

Maluku Terkini

Anjungan Listrik di Pelabuhan Waipirit–SBB Bakal Beroperasi Pekan Depan

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Masohi, I Made Agus Dwi Putra mengungkan, progress pembangunan ALMA di wilayah tersebut telah men

Penulis: Adjeng Hatalea | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Humas PLN
Anjungan Listrik Mandiri (ALMA) di Pelabuhan Waipirit, Kairatu, Seram Bagian Barat (SBB). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea

PIRU, TRIBUNAMBON.COM – Pembangunan Anjungan Listrik Mandiri (ALMA) di Pelabuhan Waipirit, Kairatu, Seram Bagian Barat (SBB) ditargetkan sudah dapat digunakan pada Kamis (13/9/2021) mendatang.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Masohi, I Made Agus Dwi Putra mengungkapkan, progress pembangunan ALMA di wilayah tersebut telah mencapai 95 persen.

"Kami targetkan di akhir minggu kedua bulan September 2021, ALMA tersebut sudah dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas termasuk pengguna kapal di Pelabuhan Waipirit", ujar Agus.

Dia menuturkan, pembangunan itu sebagai upaya menggencarkan program Electrifying Marine di Provinsi Maluku terutama di pelabuhan atau dermaga.

Kata dia, pihaknya berencana akan menambah ALMA sebanyak empat unit lagi.

Baca juga: Studi Banding ke Bandung, Jhony Wattimena Ingin Masyarakat Ambon Juga Bisa Daur Ulang Sampah

Baca juga: 5 Atlet Maluku Berprestasi Diberi Penghargaan di Haornas ke 38, Masing-masing Rp 25 Juta

Penambahan itu akan dipasang di empat titik pelabuhan yang tersebar di Pulau Seram.

Dua unit akan dipasang di Kabupaten Maluku Tengah, yakni di Pelabuhan Amahai dan Ina Marina.

Kemudian, di Kabupaten Seram Bagian Timur, tepatnya di Pelabuhan Sesar Bula.

Sementara satu unit lainnya akan dipasang di Seram Utara Timur Seti, tepatnya di Pelabuhan Kobisonta.

Pembangunan ALMA ini diharapkan dapat menunjang kegiatan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut, terutama di sektor perikanan dan kelautan yang menjadi keunggulan Maluku.

"PLN terus berupaya untuk dapat menunjang kegiatan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui pelaksanaan program Electrifying Marine PLN yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan, khususnya di sektor perikanan dan kelautan", tambahnya.

Dia menerangkan, para pelaku usaha perikanan dan kelautan khususnya pemilik kapal/fery dapat melakukan penghematan biaya operasional hingga 50 persen dibandingkan menggunakan mesin genset berbahan bakar solar yang memakan biaya sekitar Rp 643 ribu per hari.

Dengan biaya investasi senilai Rp 50,5 juta , ALMA yang dibangun oleh PLN di Pelabuhan Waipirit juga menggunakan komponen dalam negeri, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 48% persen sebagai bentuk komitmen PLN mendukung industri nasional.

Sebelumnya, PLN telah menyediakan tiga ALMA di Maluku dan Maluku Utara, antara lain di Pelabuhan Ferry Bastiong Ternate, Pelabuhan Ferry Galala Ambon dan Pelabuhan Hunimua Maluku Tengah.

Pembangunan ketiga ALMA tersebut menyerap biaya investasi dengan total nilai sebesar Rp 219,9 juta dengan TKDN sebesar 48 persen dan telah siap untuk melayani aktivitas di ketiga pelabuhan tersebut.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved