Ambon Hari Ini
Tulang Ikan Tuna Disulap Jadi Kerajinan, Ini Hasilnya
Tidak hanya sampah plastik yang bisa disulap menjadi karya seni bernilai ekonomis.
Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Tidak hanya sampah plastik yang bisa disulap menjadi karya seni bernilai ekonomis.
Di tangan Jamaludin, tulang ikan tuna yang berserakan di bibir pantai pun jadi jauh lebih bernilai.
Kepada TribunAmbon.com, pengrajin mebel ini mengaku tulang ikan diyakininya dapat dirangkai menjadi berbagai kerajinan yang bernilai tinggi dengan modal kesabaran dan ketekukan.
Pasalnya, jam dinding yang menjadi karya perdananya dibuat hampir lima tahun pengerjaan.
“Ini sampai jadi 5 tahun, karena saya kerja berdasarkan mood,” ujar pria kelahiran 1970 itu, Sabtu (4/9/2021) siang.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Maluku Minggu 5 September 2021, Kota Bula Hujan Petir pada Malam dan Dini Hari
Baca juga: Ester Manapa Harap Pasokan Listrik di RSUP Leimena Terjaga Setelah jadi Pelanggan Premium PLN
“Namun, kalau ada pesanan, bisa saya selesaikan kurang dari setahun,” imbuhnya.
Dari hampir lima tahun pengerjaan, kurang lebih sebanyak 300 batang tulang ikan digunakan, termasuk bagian tulang rusuk untuk jarum jam dan ekor tulang ikan sebagai pengait jam.
“Hampir 300 batang tulang ikan itu untuk bagian tali jam,” katanya.
Semua tulang belulang itu dia dapati di pantai belakang rumahnya, di kawasan Air manis, Negeri Laha, Kota Ambon.
Pantai yang dipenuhi tulang itulah dia ide awal pembuatan hiasan dinding itu muncul di pikirannya.
“Banyak tulang berserakan tidak terpakai, disitu muncul ide untuk membuatnya,” katanya.
Dia menjelaskan, setelah dikumpulkan, tulang belulang itu dia bersihkan, kemudian dirangkai dengan alas kayu linggua hingga membentuk rangkaian tali jam.
Begitu pun dengan pengait jam dan lingkaran tempat jarum jam dipasang.
“Semua bahan terbuat dari tulang tuna berukuran besar, termasuk jarum jam dan pengait,” katanya.
Pria yang akrab disapa Jamal Mebel itu menaruh nilai yang cukup tinggi untuk karyanya itu.
“Silahkan datang langsung ke rumah, di Air manis,” tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/tulang-tuna-jam-dinding.jpg)