Breaking News:

Ambon Hari Ini

Tulang Ikan Tuna Disulap Jadi Kerajinan, Ini Hasilnya

Tidak hanya sampah plastik yang bisa disulap menjadi karya seni bernilai ekonomis.

Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena
Jam Dinding berbahan Tulang Ikan Tuna, di Laha - Kota Ambon, Sabtu (4/9/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Tidak hanya sampah plastik yang bisa disulap menjadi karya seni bernilai ekonomis.

Di tangan Jamaludin, tulang ikan tuna yang berserakan di bibir pantai pun jadi jauh lebih bernilai.

Kepada TribunAmbon.com, pengrajin mebel ini mengaku tulang ikan diyakininya dapat dirangkai menjadi berbagai kerajinan yang bernilai tinggi dengan modal kesabaran dan ketekukan.

Jam Dinding berbahan Tulang Ikan Tuna, di Laha - Kota Ambon, Sabtu (4/9/2021)
Jam Dinding berbahan Tulang Ikan Tuna, di Laha - Kota Ambon, Sabtu (4/9/2021) (TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena)

Pasalnya, jam dinding yang menjadi karya perdananya dibuat hampir lima tahun pengerjaan.

“Ini sampai jadi 5 tahun, karena saya kerja berdasarkan mood,” ujar pria kelahiran 1970 itu, Sabtu (4/9/2021) siang.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Maluku Minggu 5 September 2021, Kota Bula Hujan Petir pada Malam dan Dini Hari

Baca juga: Ester Manapa Harap Pasokan Listrik di RSUP Leimena Terjaga Setelah jadi Pelanggan Premium PLN

“Namun, kalau ada pesanan, bisa saya selesaikan kurang dari setahun,” imbuhnya.

Dari hampir lima tahun pengerjaan, kurang lebih sebanyak 300 batang tulang ikan digunakan, termasuk bagian tulang rusuk untuk jarum jam dan ekor tulang ikan sebagai pengait jam.

“Hampir 300 batang tulang ikan itu untuk bagian tali jam,” katanya.

Semua tulang belulang itu dia dapati di pantai belakang rumahnya, di kawasan Air manis, Negeri Laha, Kota Ambon.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved