Breaking News:

Korupsi di maluku

Berkas Tiga Tersangka Korupsi Bank Maluku Cabang Buru Dinyatakan Lengkap

Ketiganya yakni, Kepala Bank BPDM Cabang Pembantu (KCP) Mako nonaktif, Syahril Marwa Patihua, kemudian kedua teler, Erik dan Bunga.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Kasus Korupsi 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM – Berkas tiga tersangka kasus Korupsi Bank Pembangunan Daerah Maluku (BPDM) atau Bank Maluku Cabang Mako, Kabupaten Buru senilai Rp 4 miliar dinyatakan lengkap.

Ketiganya yakni, Kepala Bank BPDM Cabang Pembantu (KCP) Mako nonaktif, Syahril Marwa Patihua, kemudian kedua teler, Erik dan Bunga.

"Kasus Tipikor di Bank BPDM Cabang Mako, alhamdulilah kita sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, dan sudah diberikan P21, artinya berkas perkara yang kami kirim dari Satreskrim Polres Pulau Buru, pada 24 Mei 2021, dan dinyatakan lengkap oleh Kejari Buru, pada 30 Agustus 2021 lalu," kata Kasat Reskrim Polres Pulau Buru, IPTU Handry D Azhary kepada TribunAmbon.com, Jumat (3/9/2021) pagi.

Dia menjelaskan, kasus ini sudah ditangani Polres Pulau Buru sejak 2019 dan sudah ditetapkan tiga orang tersangka.

Dalam kasus itu, negara mengalami kerugian mencapai lebih dari Rp 4 miliar.

"Jadi berdasarkan hasil pemeriksaan, uang ini murni, sudah masuk ke kas Bank BPDM, jadi bisa dianggap ini adalah uang milik negara, disetorkan oleh nasabah ke Bank tersebut, dan dicatatkan di data basenya mereka," jelasnya

Baca juga: Sebentar Lagi Bayar Angkot di Kota Ambon Pakai Kartu

Baca juga: Kejar Target 70 Persen Herd Imunity, Polres Maluku Tengah Sasar Warga di Pedesaan

Kemudian, dari hasil pemeriksaan saksi ahli, menyatakan bahwa uang yang sudah masuk catatan, di Bank BPDM tersebut, sudah merupakan uang milik negara, apabila disalahgunakan berarti masuk dalam tindak pidana korupsi.

Dia mengungkapkan, saat ini masih dilakukan koordinasi dengan Kejari Buru, terkait pelimpahan tersangka.

"Mungkin ke depan kita akan koordinasi dengan Kejari Buru, terkait penyerahan tersangka, dan barang bukti, yang sudah kita amankan di Unit Tipikor Satreskrim Polres Pulau Buru," ungkap Azhary

Dari kasus tersebut, Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Pulau Buru, berhasil selamatan kerugian keuangan negara Rp 130 juta.

"Dari ketiga tersangka, kita menyita kurang lebih Rp 130 juta, dan periasan berupa emas seberat 100,58 gram," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved