Breaking News:

Nasional

Juta Kasus Covid-19, Pemerintah Siapkan Langkah Terkait Perubahan Pandemi Jadi Endemi

Seiring dengan itu, pemerintah menyiapkan langkah terkait perubahan status pandemi Covid-19 menjadi endemi

Editor: Adjeng Hatalea
( SHUTTERSTOCK/PETERSCHREIBER MEDIA)
Ilustrasi varian B.1.1.7, varian baru virus corona asal inggris disebut menjadi penyebab lonjakan kasus di Thailand. 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 4 juta kasus lebih.

Seiring dengan itu, pemerintah menyiapkan langkah terkait perubahan status pandemi Covid-19 menjadi endemi.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, langkah tersebut disiapkan mengingat asumsi bahwa Covid-19 tidak akan hilang dalam waktu cepat.

"Artinya nanti akan menjadi wabah yang sifatnya sporadis di tempat-tempat tertentu seperti flu, demam berdarah, dan seterusnya," ujar Muhadjir, saat berziarah ke Makam Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, Minggu (29/8/2021), dikutip dari siaran pers.

Muhadjir mengatakan, saat ini tidak ada pilihan lain selain disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Protokol kesehatan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama memakai masker, mencuci tangan, dan menjauhi kerumunan.

"Kami juga terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Kondisi itu akan berlangsung sampai penanganan Covid-19 dianggap betul-betul terkendali," kata Muhadjir. 

Adapun Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat penambahan 7.427 kasus Covid-19, pada Minggu (28/8/2021).

Dengan demikian total kasus positif mencapai 4.073.831 orang, sejak pengumuman kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Penambahan kasus harian tersebut juga tak terlepas dari jumlah spesimen terkait Covid-19 yang berhasil diperiksa. Pemerintah memeriksa sebanyak 154.160 spesimen Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Jumlah itu didapatkan dari pemeriksaan sebanyak 70.717 spesimen tes swab polymerase chain reaction (PCR) serta 83.243 spesimen tes rapid antigen dan 200 spesimen tes cepat molekuler (TCM).

Dengan penambahan itu, total pemeriksaan spesimen Covid-19 kini tercatat ada 31.845.407 sampel.

Berdasarkan data yang sama, terdapat 92.531 orang yang diambil samplenya untuk pemeriksaan spesimen. Total orang yang sudah diperiksa spesimennya terkait Covid-19 yakni 21.279.118 orang. Satu orang dapat diambil spesimennya lebih dari satu kali.

Pasien sembuh dan meninggal dunia

Satgas juga mencatat penambahan kasus pasien sembuh dan meninggal dunia.

Dalam sehari terdapat 16.468 pasien sembuh, sehingga kini ada 3.724.318 kasus kesembuhan sejak awal pandemi. Sementara, total kasus kematian akibat Covid-19 mencapai 131.923 orang.

Selanjutnya, ada 217.590 kasus aktif atau pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan. Kemudian, terdapat 249.836 orang yang dinyatakan berstatus suspek Covid-19.

Sebaran kasus

Kasus baru Covid-19 di Indonesia tersebar di 34 provinsi. Data Satgas menunjukkan, penambahan kasus tertinggi terjadi di Jawa Timur dengan 666 kasus.

Kemudian, Sumatera Utara terdapat 653 kasus baru dan Jawa Barat dengan 624 kasus.

Sementara penambahan sebanyak 551 kasus pasien Covid-19 meninggal dunia tersebar di 30 provinsi. Jawa Timur merupakan provinsi yang paling banyak kasus kematiannya dalam 24 jam terakhir, yaitu 145 orang.

Kemudian Bali sebanyak 44 orang, Jawa Tengah 39 orang, dan Sumatera Utara sebanyak 36 orang.

Target Vaksinasi

Di tengah kasus Covid-19 yang masih terbilang tinggi, pemerintah berupaya menjalankan program vaksinasi.

Hingga Minggu (29/8/2021), Satgas mencatat ada 34.858.000 orang yang sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua atau 16,74 persen dari total target sasaran.

Sementara itu, jumlah masyarakat yang audah disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama, yakni sebanyak 61.654.676 orang atau 29,60 persen.

Pemerintah telah menetapkan sasaran vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) yaitu 208.265.720 orang.

Sasaran vaksinasi itu terdiri atas tenaga kesehatan, lanjut usia petugas publik, masyarakat rentan, dan masyarakat umum termasuk anak-anak usia 12-17 tahun.(*) 

(Kompas.com / Deti Mega Purnamasari / Kristian Erdianto)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved