Breaking News:

Global

Dua Orang Meninggal Setelah Terima Vaksin Moderna Terkontaminasi, Jepang Gelar Penyelidikan

Jepang menyelidiki kematian dua pria yang menerima suntikan dari batch vaksin Covid-19 Moderna yang dihentikan penggunaannya karena kontaminasi.

Editor: Adjeng Hatalea
JOEL SAGET / AFP
Ilustrasi vaksin Moderna - Gambar kreatif ini diambil di sebuah studio di Paris pada 16 November 2020, menunjukkan jarum suntik dan botol vaksin dengan logo Moderna, menggambarkan pengumuman vaksin eksperimental terhadap Covid-19 dari Moderna yang 95% efektif. Terbaru, Moderna Mulai Menguji Vaksin Covid-19 pada Bayi Berusia 6 Bulan dan Anak di Bawah 12 Tahun. 

TOKYO, TRIBUNAMBON.COM - Jepang menyelidiki kematian dua pria yang menerima suntikan dari batch vaksin Covid-19 Moderna yang dihentikan penggunaannya karena kontaminasi.

Pria berusia 30 dan 38 tahun itu meninggal awal bulan ini setelah mendapatkan dosis Moderna kedua mereka, dari salah satu dari tiga pabrik yang ditangguhkan oleh pemerintah Jepang pada Kamis (26/8/2021).

Penghentian penggunaan vaksin Covid-19 dari tiga pabrik di Jepang itu dilakukan setelah beberapa botol ditemukan terkontaminasi, menurut kementerian kesehatan Jepang pada Sabtu (28/8/2021) melansir AFP.

Kementerian tersebut mengatakan penyebab kematian masih diselidiki dan "saat ini, hubungan sebab akibat dengan vaksinasi tidak diketahui".

Kedua pria tersebut mengalami demam setelah menerima vaksinasi mereka dan tidak memiliki kondisi kesehatan bawaan atau riwayat alergi, menurut kementerian itu.

Penangguhan tersebut memengaruhi 1,63 juta dosis vaksin Covid-19 Moderna, yang dilaporkan telah dikirim ke lebih dari 800 pusat vaksinasi di seluruh Jepang.

Takeda, yang bertanggung jawab atas penjualan dan distribusi suntikan Moderna di Jepang, mengatakan menerima laporan dari beberapa pusat vaksinasi bahwa "zat asing" telah ditemukan di dalam botol yang belum dibuka.

Sekitar 44 persen populasi Jepang telah divaksinasi penuh, ketika negara itu memerangi rekor lonjakan kasus virus yang didorong oleh varian Delta yang lebih menular.

Covid-19 Jepang mencatat lebih dari 15.700 orang meninggal karena Covid-19 dan sebagian besar wilayah Jepang kini berada di bawah pembatasan virus yang ketat.

(Kompas.com / Bernadette Aderi Puspaningrum) 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved