Breaking News:

Global

China dan Rusia Sepakat dan Siap Lindungi Afghanistan

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas Afghanistan pada Rabu (25/8/2021) melalui sambungan telepon.

Editor: Adjeng Hatalea
(AFP via BBC)
Presiden China Xi Jinping ketika berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat berkunjung ke Moskwa pada Rabu (5/6/2019).(AFP via BBC) 

BEIJING, TRIBUNAMBON.COM – Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas Afghanistan pada Rabu (25/8/2021) melalui sambungan telepon.

Surat kabar People's Daily melaporkan, Xi menegaskan kembali posisi China yang tidak ikut campur dan menghormati kedaulatan serta kemerdekaan Afghanistan People's Daily juga mewartakan, Putin mengatakan kepada Xi bahwa Rusia memiliki posisi dan kepentingan yang sama dengan China di Afghanistan.

Moskwa diwartakan siap bekerja sama dengan Beijing untuk melindungi Afghanistan dari intervensi asing dan mencegah pasukan asing “mengganggu dan menghancurkan” negara tersebut.

Xi mendesak semua pihak di Afghanistan untuk membangun kerangka kerja politik yang terbuka dan inklusif, menerapkan kebijakan yang moderat dan stabil, serta memutuskan hubungan dengan semua kelompok teroris.

Putin mengatakan, Rusia juga ingin bekerja sama dengan China untuk memerangi terorisme dan penyelundupan obat-obatan terlarang serta mencegah risiko keamanan yang “meluap” dari Afghanistan.

Percakapan tersebut dilangsungkan berselang sehari setelah para pemimpin negara-negara anggota G7 bertemu untuk membahas krisis di Afghanistan sebagaimana dilansir Reuters.

China dan Rusia bukan bagian dari G7, sebuah kelompok beranggotakan tujuh negara-negara kaya yang mencakup AS dan Inggris.

Pada Selasa (24/8/2021), Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa Washington berharap dapat segera menyelesaikan proses evakuasi dari Afghanistan pada 31 Agustus.

Taliban mengatakan, semua proses evakuasi asing dari negara itu harus diselesaikan pada tenggat waktu tersebut.

Para pemimpin G7 juga sepakat untuk menekan Taliban supaya mengizinkan perjalanan yang aman bagi warga Afghanistan yang ingin pergi setelah 31 Agustus.

(Kompas.com / Danur Lambang Pristiandaru)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved