Breaking News:

Gempa Guncang Malteng

Gempa Susulan Terus Terjadi di Tehoru-Maluku Tengah, Hud Silawane: Warga Beraktivitas Seperti Biasa

Gempa susulan terus terjadi setelah gempa 6,1 SR yang merobohkan puluhan rumah di Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah, Juni lalu.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Salama Picalouhata
Twitter @InfoBMKGMaluku
GempaTehoru 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Gempa susulan terus terjadi setelah gempa 6,1 SR yang merobohkan puluhan rumah di Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah, Juni lalu.

Tercatat, dua hari belakangan gempa bermagnitudo 3 dan 4 berturut-turut terjadi di Tehoru.

Raja Negeri Tehoru, Hud Silawane mengkonfirmasi bahwa gempa yang terjadi dua hari belakangan tidak menyebabkan kepanikan berarti.

Meskipun ada guncangan yang dirasakan warga saat gempa terjadi pada Rabu dan Kamis pagi tadi, warga tetap beraktivitas seperti biasa.

"Ada dirasakan. Kalau kita duduk, terasa guncangannya, tapi kalau lagi jalan maupun naik kendaraan tidak merasakan," kata Silawane saat dihubungi TribunAmbon.com melalui telepon, Kamis (26/8/2021).

Baca juga: Gempa Magnitudo 3,9 Guncang Mlauku, Pusatnya Dekat Tehoru dan Masohi

Baca juga: Gempa Hari Ini: M 3 Juga Guncang Maluku Tengah, Tak Berpotensi Tsunami

Dia mengatakan, magnitudo gempa susulan yang terjadi hingga saat ini, kekuatannya relatif kecil dengan aktivitas yang semakin jarang atau menurun sehingga warga beraktivitas seperti biasa.

Dirinya terus mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak panik saat gempa terjadi.

"Kita terus ingatkan kalau ada gempa, karena kita tidak tahu kondisi kesehatan orang lain. Saat shock itu seperti apa, dan Ini bisa berdampak kondisi kesehatan jiwa,"ujarnya. 

Seperti diberitakan, gempa yang mengguncang Maluku Tengah dan sekitarnya memiliki magnitudo 6,1 terjadi pada hari Rabu, (16/6/2021) sekitar pukul 01.43 WIT.

Dimana episenter gempa ini terletak di laut pada jarak 69 km arah tenggara Kota Masohi, Maluku Tengah, dengan kedalaman hiposenter 19 km.

Diketahui wilayah selatan seram merupakan kawasan rawan gempa dan tsunami.

Sebelumnya, di wilayah ini sudah terjadi gempa dan tsunami destruktif, seperti, Gempa dan Tsunami Ambon-Seram 1674 menyebabkan 2.243 orang meninggal, Gempa dan Tsunami Elpaputih 1899 menyebabkan 4.000 orang meninggal, Gempa dan Tsunami merusak di Ambon 1950, Gempa Ambon 2019 memyebabkan 31 orang meninggal. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved