Breaking News:

Maluku Terkini

Kejari Buru Kembalikan 2 Mobil Dinas Pemda Buru Selatan, Muhtadi; 12 Kendaraan Masih Ditelusuri Lagi

Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru menyerahkan dua mobil dinas milik Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan (Bursel).

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Kejari Buru
Kajari Buru, Muhtadi, menyerahkan aset berupa mobil dinas milik Pemda Bursel di Kantor Kejari Buru, Kamis (19/8/2021) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru menyerahkan dua mobil dinas milik Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan (Bursel).

Penyerahan mobil berjenis Toyota Rush dan Daihatsu Terrio itu, dilakukan di Kantor Kejari Buru, Kamis (19/8/2021) siang.

Kajari Buru, Muhtadi mengatakan, penyerahan kendaraan dinas merupakan upaya penyelamatan dan pemulihan aset daerah.

"Menindak lanjuti LHP BPK Perwakilan Maluku Tahun Anggaran 2019, yang menyebutkan adanya aset berupa 46 Kendaraan Dinas tidak diketahui keberadaannya," kata Muhtadi kepada TribunAmbon.com saat dikonfirmasi melalui whats App, Kamis.

Baca juga: Kejari Pastikan Terus Lacak Aset Terpidana Korupsi Mantan Sekda Buru Ahmad Assagaf

Dia melanjutkan, dari 46 kendaraan dinas diduga tidak diketahui keberadaannya, sebagian besar sudah ditertibkan.

"12 kendaraan masih ditelusuri pemegangnya," kata Muhtadi.

Seperti diberitakan, Kejaksaan Negeri Buru berupaya mengembalikan aset milik negara dengan nilai mencapai Rp 16 miliar periode 2009-2016.

Mobil yang telah dikembalikan adalah kendaraan dinas yang memang ada dipakai di Namrole.

Sayangnya, tidak dilakukan penata usahaan barang dengan baik.

Muhtadi menghimbau, agar segera mengembalikan aset milik negara itu secepatnya.

Dia menegaskan, apabila ada pihak-pihak yang tidak mengembalikan akan dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam pasal 10 UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Ancaman penjaranya paling singkat 2 tahun dan paling lama 7 tahun serta denda paling sedikit Rp. 100 Juta," sebutnya

Pihak kejaksaan berharap, pemegang barang ini segera melakukan penata usahaan dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), agar segera diserahkan ke Pemda Bursel. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved