Breaking News:

Global

Biden Bekukan Miliaran Dollar Cadangan Mata Uang dan Aset Afghanistan Setelah Taliban Berkuasa

Keputusan untuk membekukan aset kemungkinan akan menekan ekonomi Afghanistan yang sudah rapuh.

Editor: Adjeng Hatalea
Biden Bekukan Miliaran Dollar Cadangan Mata Uang dan Aset Afghanistan Setelah Taliban Berkuasa
(AP PHOTO/ANDREW HARNIK)
Presiden Joe Biden mengadakan pertemuan virtual dengan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador di Ruang Roosevelt Gedung Putih, Senin, (1/3/2021).

WASHINGTON DC, TRIBUNAMBON.COM - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah membekukan miliaran dollar dalam cadangan mata uang Afghanistan dan aset lainnya yang disimpan di rekening bank AS, menyusul penaklukan kembali pemerintah negara itu oleh Taliban.

Pembekuan itu sudah dilakukan sejak Minggu (15/8/2021) setelah diskusi antara Menteri Keuangan Janet Yellen dan pejabat lain di Departemen Keuangan dan Luar Negeri AS, menurut The Washington Post pada Rabu (18/8/2021).

Kabul dan menyelesaikan 96 jam operasi di seluruh Afghanistan, yang memberikan pukulan mematikan bagi pemerintah Presiden Ashraf Ghani yang didukung Barat.

Bank sentral Afghanistan memiliki aset cadangan senilai 9,4 miliar dollar AS (Rp 135 triliun), kurang sedikit dari setengah produk domestik bruto negara itu pada 2019.

Sebagian besar uang itu disimpan di luar perbatasan Afghanistan, meskipun tidak jelas berapa banyak di Amerika Serikat AS, kata surat kabar itu, mengutip Dana Moneter Internasional.

Keputusan untuk membekukan aset kemungkinan akan menekan ekonomi Afghanistan yang sudah rapuh.

Sementara bagi AS, kondisi itu dapat meningkatkan kebutuhan bantuan kemanusiaan kepada populasi yang sekali lagi berada di bawah kuk Taliban.

Pada Juni, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan lebih dari 266 juta dollar AS (Rp 3,8 triliun) bantuan kemanusiaan ke Afghanistan, sehingga total sejak 2002 menjadi 3,9 miliar (Rp 56,1 triliun).

Presiden Biden berjanji pada Senin (16/8/2021) bahwa AS “akan terus mendukung rakyat Afghanistan” dan “memimpin dengan diplomasi kami, pengaruh internasional kami, dan bantuan kemanusiaan kami.”

Pada Selasa (17/8/2021), Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengisyaratkan kepada wartawan bahwa AS dapat menggunakan sanksi ke Taliban, untuk memaksa mereka menjauh dari beberapa kebijakan yang lebih menindas ketika pertama kali memerintah Afghanistan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved