Breaking News:

Maluku Terkini

Belum Sampai Setahun, Proyek Jalan Rp 9,7 Miliar di Pulau Buru Sudah Rusak

Belum sampai setahun dikerjakan, Jalan raya di Desa Basalale, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, sudah rusak.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Andi Papalia
Belum sampai setahun dikerjakan, Jalan raya di Desa Basalale, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, sudah rusak. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Belum sampai setahun dikerjakan, Jalan raya di Desa Basalale, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, sudah rusak.

Pekerjaan jalan Lapis Penetrasi Makadam (Lapen) itu memakan anggaran APBD 2020 sebesar Rp 9,7 Miliar.

Ketua DPD Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Kabupaten Buru, Sarbin Kalidupa menyayangkan rusaknya jalan tersebut.

"Jalan baru saja selesai dikerjakaan. Kira-kira kurang lebih baru 10 bulan, tapi sudah rusak," kata Kalidupa saat diwawancarai TribunAmbon.com, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Pengerjaan Jalan di SBB, Bantu Pulihkan Ekonomi Masyarakat

Baca juga: Sebaran 22.053 Kasus Baru Positif Covid-19 19 Agustus 2021, Maluku Tambah 13 Kasus

Dia mengatakan, pekerjaan jalan tersebut didanai oleh anggaran pinjaman dari SMI.

"Anggaran pekerjaan jalan lapen kurang lebih Rp 10 miliar, atau Rp 9,7 miliar. Dikerjakan oleh kontraktor bernama Rudi Tandean atau Tiong," katanya.

Dia menduga, proyek milyaran itu rsk lantaran dikerjakan asal-asalan.

"Saya minta supaya perusahaan milik Tiong agar diblacklist. Selain itu jalan yang rusak segera diperbaiki, karena masih dalam pemeliharaan," ujar Kalidupa.

Dijuga meminta Kejati Maluku, agar segera memanggil Tiong untuk dilakukan pemeriksaan.

"Kejati harus periksa kontraktor atau pemilik PT. Vidi Citra Kencana terkait dengan proyek jalan lapen," ucapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved