Ambon Hari Ini
Air Surut, Teluk Ambon Jadi Arena Main Bola
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, mereka memanfaatkan kayu bekas yang ditancapkan kedalam pasir pantai untuk menjadi tiang gawang.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Salama Picalouhata
Laporan wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Sejumlah anak terlihat asyik dan ceria bermain bola saat air laut di Teluk Ambon, tepat di bawah Jembatan Merah Putih, Ambon, Kawasan Galala, Sirimau, Kota Ambon surut, Rabu (18/8/2021) siang.
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, mereka memanfaatkan kayu bekas yang ditancapkan kedalam pasir pantai untuk menjadi tiang gawang.
Beberapa diantara mereka mengenakan sepatu sepak bola, sementara lainnya tidak.
Bola yang digunakan merupakan bola imitasi berbahan dasar plastik yang biasa dijual di toko-toko kelontong seharga Rp.8 ribu hingga Rp. 10 ribu.
Senyum yang ditebar para pemain bola laut surut tersebut bukan imitasi. Meraka saling beradu strategi untuk mencetak gol ke gawang tim lawan.
Seorang bocah dengan kaki telanjang melakukan gocekan indah dan mencetak gol.
Ia merayakan golnya dengan selebrasi menceburkan dirinya ke air laut.
Aksinya tersebut langsung disoraki teman-temannya, seraya ikut menceburkan diri.
Baca juga: Dishub Ambon Bakal Tindak Juru Parkir yang Bekerja Asal-asalan
Baca juga: Banyak Kendaraan Parkir Sembarangan di Kota Ambon, Roby Sapulette; Kita akan Tindak Tegas
Warga yang melintasi jembatan pun menyaksikan permainan sepak bola di air laut surut tersebut.
Menurut seorang bocah, Empy (12), setiap air laut surut, mereka selalu bermain sepak bola di tempat tersebut.
“Pokoknya kalau air laut sini surut, kami pasti bermain bola disini, karena luas,” kata dia.
Lanjutnya, kebanyakan lapangan sepak bola di sekitar rumahnya didominasi orang dewasa yang bermain sepak bola mengenakan sepatu dan atribut lengkap.
Akibatnya, anak-anak seumurannya hanya bisa menjadi penonton saja.
“Dekat rumah saya ada lapangan gawang mini, tapi biasanya kakak-kakak kami yang bermain dengan sepatu, kami hanya nonton saja,” ujar dia.
Empy mengatakan, biasanya mereka baru akan berhenti bermain di laut surut tersebut apabila air laut mulai pasang.
“Kalau lihat air mulai pasang, baru kami berhenti bermain,” tandasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/main-bola-dibawah-jmp.jpg)