Breaking News:

Penanganan Covid

Terbukti Efektif Lindungi Diri dari Covid-19, Pemerintah Lanjutkan Vaksinasi Dosisi Ketiga

Menurutnya, efektifitas tersebut sesuai hasil penelitian atau studi kasus yang dilakukan pemerintah terhadap 71.455 tenaga kesehatan di DKI Jakart

Editor: Fandi Wattimena
Tangkapan layar via Zoom
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadila Tamirzi. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNAMBON.COM – Terbukti sangat efektif memberikan perlindungan diri terhadap tenaga kesehatan dari risiko perawatan dan kematian akibat infeksi Covid-19. Pemerintah akhirnya memutuskan memberikan vaksinasi dosisi ketiga sebagai penguat atau booster terhadap tenaga kesehatan (Nakes).

"Vaksinasi masih berfungsi sebagai alat yang efektif dalam menekan resiko perawatan dan kematian pada Nakes," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadila Tamirzi, dalam konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (13/8/2021).

Menurutnya, efektifitas tersebut sesuai hasil penelitian atau studi kasus yang dilakukan pemerintah terhadap 71.455 tenaga kesehatan di DKI Jakarta pada periode Januari-Juni 2021.

Studi dilakukan mengamati kasus konfirmasi positif Covid-19, perawatan, dan kematian kepada tenaga kesehatan yang belum mendapatkan vaksin, baru mendapatkan vaksin dosis pertama, dan sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap (2 dosis).

"Hasil dari studi ini menyimpulkan bahwa pada periode Januari dan Maret 2021, vaksin Coronavac cukup efektif dalam mencegah infeksi Covid-19, namun pada periode April dan Juni vaksinasi lengkap, kurang cukup melindungi Nakes dari infeksi Covid-19," katanya.

Meskipun kurang cukup efektif dalam melindungi Nakes dari paparan Covid-19, ternyata vaksinasi lengkap efektif mengurangi Nakes dari risiko perawatan dan kematian akibat Covid-19.

Pada bulan Januari sampai Maret, kata Nadia, terdapat 12 persen Nakes yang belum vaksinasi, 19,3 persen baru vaksinasi dosis pertama, dan 18 persen telah mendapatkan dosis lengkap.

Nadia menambahkan pada periode April sampai Juni ternyata proporsi Nakes belum vaksin yang dirawat akibat Covid-19 meningkat dua kali lipat menjadi 24 persen.

Nakes yang baru sekali vaksinasi, yang dirawat turun menjadi 8,1 persen.

Baca juga: Profil 3 Pesepakbola Asal Tenga-Tenga Maluku yang Pernah Berlaga di Liga 1

Baca juga: 47 Persen Pengerjaan, Indag Maluku Tengah Target Masohi Plaza Rampung Desember 2021

Sementara itu Nakes yang telah vaksinasi dosis lengkap, yang dirawat berkurang 6 kali lebih rendah menjadi 3,3 persen.

Selain itu sepanjang Januari sampai Juni 2021, tercatat 20 tenaga kesehatan meninggal akibat Covid-19.

"75 persen kematian terjadi pada Nakes yang belum mendapatkan vaksinasi dan Nakes yang baru mendapatkan vaksin dosis pertama," katanya.

Nadia menjelaskan terdapat peningkatan tingkat kematian pada Nakes di periode April-Juni.

Pada April sampai Juni 2021 kematian pada Nakes yang belum vaksinasi mencapai angka 2,5 persen dan yang vaksinasi dosis pertama 1,85 persen, dan yang telah divaksinasi lengkap 2 dosis, turun hingga 0,16 persen.

Pada periode sebelumnya yaitu Januari-Maret tingkat kematian pada Nakes yang belum menerima vaksin sebesar 0.68 persen, yang telah mendapatkan vaksinasi pertama adalah 0,3 persen, dan yang telah mendapatkan dosis lengkap 0,2 persen.

"Peningkatan proporsi kematian terjadi pada periode kedua pada tenaga kesehatan yang belum atau hanya divaksinasi 1 dosis saja," katanya.

Sehingga, kata dia efektivitas Coronavac dalam mencegah perawatan dan kematian akibat Covid-19 ternyata lebih rendah pada periode kedua atau dengan kata lain menurun.

Rinciannya, efektivitas vaksin Coronavac terhadap resiko perawatan berkurang dari 74 persen pada Januari-Maret menjadi 53 persen pada April-Juni.

Sementara efektivitas CoronaVac dalam mencegah kematian berkurang dari sebesar 95 persen pada Januari -Maret menjadi 79 persen pada periode April-Juni 2021.

"Atas dasar ini pula Kemenkes memberikan vaksin Covid-19 dosis ketiga untuk menambah perlindungan bagi Nakes yang berisiko tinggi terinfeksi Covid-19, karena tugasnya," katanya.

Nadia menambahkan pemberian vaksinasi dosis ketiga bagi Nakes ini telah mendapatkan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli imunisasi Nasional atau ITAGI.

"Vaksinasi diiringi dengan kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat akan membantu mengurangi resiko keparahan dan kematian akibat infeksi covid 19," ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved