Breaking News:

Kasus Aktivis Risman Soulissa

Sidang Pokok Perkara Risman Soulissa Digelar Senin

Jadwal tersebut telah tertera di laman sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Ambon.

Editor: Fandi Wattimena
Sumber; tangkapan layar
Tangkapan layar laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Ambon 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Sidang pokok perkara pelanggaran undang-undang informasi dan tekonologi elektronik (ITE) yang menjerat Risman Soulissa digelar, Senin (16/8/2021) pekan depan.

Jadwal tersebut telah tertera di laman sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Ambon.

Agenda sidang itu terjadwal ditengah proses sidang praperadilan atas status tersangka aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu masih berlangsung dengan agenda bukti surat para pihak dan pemeriksaan saksi pemohon, Jumat (13/8/2021) siang.

Sebelumnya, tim kuasa hukum Risman meminta Hakim Pengadilan Negeri Ambon untuk mengabulkan seluruh gugatan praperadilan.

Gugatan itu berkaitan dengan penyidikan oleh tim penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease atas dugaan pencemaran nama baik yang menjeratnya sebagai tersangka.

Baca juga: Pedagang Tunggak Retribusi, Dinas Perdagangan Maluku Tengah Ancam Tidak Beri Ijin Jualan

Baca juga: Sebaran 30.788 Kasus Baru Positif Covid-19 13 Agustus 2021, Maluku Paling Sedikit dengan 55 Kasus

Ketua Penasihat Hukum, Abdul Gafur Rettob menilai proses penangkapan Risman tidak sesuai dengan hukum acara.

"Menurut kami dalam proses pelaksanaan hukum acara ketika misalkan kalau memang yang bersangkutan itu melakukan suatu tindak pidana yang memang masuk dalam tertangkap tangan maka penangkapan tersebut tidak perlu menyerahkan surat perintah penangkapan nanti di Polres baru bisa dibuatkan, menurut hukum acara seperti itu," kata Abdul Gafur Rettob, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, Jalan Sultan Hairun, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon Senin (9/8/2021).

Sedangkan, penangkapan Risman dilakukan berbeda.

"Namun Risman bukan tertangkap tangan, proses hukumnya seperti biasa, hanya saja dilakukan penangkapan tidak disertakan pada surat penangkapan," tambahnya.

Untuk diketahui, tersangka Risman Solissa ditangkap di sekitaran pertigaan bundaran patung Dr. J. Leimena, Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Minggu (25/7/2021) sekitar pukul 19.20 WIT.

Risman diduga telah melakukan tindak pidana penyebaran ujaran kebencian melalui media elektronik dan atau penghinaan dan atau pencemaran nama baik melalui media elektronik dan atau penyebaran berita bohong. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved