Ambon Terkini
Rencana Hapus BBM Premium, Para Supir Angkot Datangi DPRD Kota Ambon
Koordinator Angkot, Risman Laduheru mengaku kebijakan ini mempersulit para supir angkot di tengah pandemi Covid-19.
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – PT Pertamina Persero berencana akan menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium.
Penghapusan premium ini merujuk pada ketentuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017.
Merasa resah dengan kebijakan yang akan diterapkan itu, sejumlah supir angkot mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, Kamis (12/8/2021) siang.
Koordinator Angkot, Risman Laduheru mengaku kebijakan ini mempersulit para supir angkot di tengah pandemi Covid-19.
“Mereka mau menghilangkan premium dan diganti dengan Pertalite Khusus (PLK) saja tapi bagaimana dengan kondisi ekonomi kami. Pendapatan kami sehari tidak seberapa apalagi ditengah pandemi, lalu kalau kami pakai bahan bakar pertalite itu kan harganya lebih tinggi, kami mau makan apa lagi,” kata Risman Laduheru dalam rapat.
Ia menerangkan, dari total tujuh unit SPBU di Kota Ambon, saat ini ketersediaan BBM Premium hanya ada di dua unit SPBU saja.
Belum lagi, waktu pembeliannya juga dibatasi dan menimbulkan antrian yang sangat lama.
“Pertamina bilang premium tersedia di 5 SPBU tapi nyatanya cuma 2 yang ada. Belum lagi untuk pembelian PLK yang dibatasi dan sering terjadi antrian yang begitu lama. Tidak tahu ini alasannya apa, pertamina yang mengintruksikan atau permainan dari pihak SPBU sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina, Wilson mengatakan terkait ketersediaan premium hanya ada di dua SPBU itu memang karena Pertamina telah mencanangkan program Pertamina Langit Biru (PLB) yakni program edukasi penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan.
“Untuk premium yang hanya tersedia di dua SPBU itu merupakan program dari PLB yang memang sudah kita canangkan sejak Maret lalu. Produk ini lebih ramah lingkungan dan berkualitas. Kita ingin masyarakat menggunakan BBM yang lebih berkualitas,” tutur Wilson.