Senin, 13 April 2026

Maluku Terkini

Kapal Perang KRI RE Martadinata Berlabuh di Bumi Raja-Raja, Ini Keunggulannya

Menurut, Kolonel Laut (P) Rasyid Al Hafiz, MMaritimePol., M.Tr.Hanla, Kapal dengan 112 Awak tersebut akan melanjutkan kembali pelayarannya

Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Dedy Azis
Kapal Perang KRI RE Martadinata berlabuh di dermaga TNI AL, Tawiri - Kota Ambon. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kapal perang KRI Raden Eddy Martadinata 331, buatan Damen Schelde Naval Shipbuilding PT PAL, telah berlabuh di Dermaga TNI Angkatan Laut Tawiri, Teluk Ambon, Kota Ambon.

Menurut, Kolonel Laut (P) Rasyid Al Hafiz, MMaritimePol., M.Tr.Hanla, Kapal dengan 112 Awak tersebut akan melanjutkan kembali pelayarannya dalam rangka Patroli mengamankan Wilayah laut Indonesia Timur.

"Kami berlabuh di Ambon, dalam rangka Patroli untuk mengamankan laut wilayah Indonesia bagian Timur," Ujarnya saat ditemui TribunAmbon.com, di Dermaga TNI Angkatan Laut, Tawiri, Kota Ambon, Selasa, (10/8/2021) pagi.

Hafiz menjelaskan sedikit tentang kapal tersebut.

KRI RE Martadinata-331 menjadi kapal kelima yang menerapkan teknologi SIGMA. Kapal fregat kombatan ini berdimensi panjang:105 meter, lebar:14 meter dan mampu melaju hingga kecepatan 28 knot.

Baca juga: A. M Sangadji Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Sadli Le; Kami Dukung Sepenuhnya

Baca juga: Mulai Besok, Pelaku Perjalanan dari Bandara Pattimura Ambon Wajib Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi

"Teknologi SIGMA adalah singkatan dari (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) atau dapat disebut sebagai kapal PKR-2 (Perusak Kawal Rudal 10514)," kata dia.

Selain itu, kapal kelas RE Martadinata ini termasuk yang paling canggih dengan dilengkapi berbagai senjata untuk berbagai misi tempur.

Kapal ini didesain untuk menjalankan berbagai misi yaitu peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti kapal selam, peperangan anti serangan udara, serta peperangan elektronika.

"Kita punya rudal bawah air, dan rudal yang bisa melesat secara vertikal untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu ada serangan udara," ujar dia.

Menurutnya, di Indonesia sendiri, kapal perang tersebut termasuk salah satu yang paling baru.

Diketahui, KRI Raden Eddy Martadinata-331 dilengkapi dengan meriam utama OTO Melara 76mm Super Rapid Gun dan rudal Exocet MM40 Block 3 yang jarak jangkaunya bisa mencapai 180—200 kilometer.

Selain itu, ada juga rudal anti serangan udara Mica yang dirancang efektif dan dapat menyergap sasaran sejauh 20—25 kilometer dengan ketinggian 9144 meter.

Kapal perang ini juga dilengkapi dengan rudal terma SKWS DLT 12 T yang mampu membelokkan arah rudal, mengacaukan sensor rudal, mengacaukan jammer hingga mengecoh infra merah dan frekuensi radio yang digunakan rudal udara ke permukaan dan terdapat helipad dan hanggar yang dapat menampung dua helikopter berbobot total 10 ton.

Selain itu, Torpedo A 244S jenis ringan mempunyai kemampuan khusus mengincar sasaran di perairan dangkal, dan meriam Close In Weapon System (CIWS) Millenium 35mm untuk menangkis serangan udara serta ancaman permukaan jarak dekat. Atas teknologi yang ada di dalamnya, kapal ini dikukuhkan sebagai kapal bendera.

Saat ini, KRI Martadinata-331 telah melanjutkan pelayarannya guna patroli mengamankan laut Indonesia bagian timur. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved