Breaking News:

Maluku Terkini

Tak Terima Bos CV. SBM Divonis 2 Tahun Penjara, Masyarakat Adat Welihata Demo di Kejati Maluku

Tak hanya itu, masa menilai tuntutan dari JPU tidak sesuai dengan duduk perkara.

Tanita
Aliansi masyarakat adat Welihata-Sabuai kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Jalan Sultan Hairun, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin (9/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON - Aliansi masyarakat adat Welihata-Sabuai kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Jalan Sultan Hairun, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin (9/8/2021).

Aksi itu dilakukan lantaran masa tak terima vonis dan tuntutan pidana penjara yang diberikan Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur (SBT) kepada terdakwa Imanuel Yongki Quadarusman.

"Kami minta Kepala Kejati Maluku untuk segera memerintahkan JPU untuk segera banding terhadap putusan hakim Pengadilan Negeri Dataran Hunimoa," kata koordinator aksi, Josua Ahwalam saat orasi, Senin (9/8/2021) siang.

Baca juga: Masyarakat Adat di Pulau Buru Minta Presiden Jokowi Buka Kembali Tambang Emas Gunung Botak

Tak hanya itu, masa menilai tuntutan dari JPU tidak sesuai dengan duduk perkara.

Lanjutnya, pasal yang dikenakan kepada Imanuel Quadarusman tidak sesuai dengan statusnya selaku Bos CV. Sumber Berkat Makmur (SBM) yang melakukan ilegal lodging di Hutan Adat Sabuai, Kecamatan Siwalalat, Kabupaten SBT.

"Jaksa menuntut Imanuel Quadarusman ini dengan pasal yang tidak sesuai dengan duduk perkaranya. Jaksa tidak memperhatikan kedudukan hukum Imanuel sebagai Bos CV. SBM," tambah orator lainnya, Khaleb Yamarua.

Selain mempertanyakan vonis hukum dari Imanuel Quadarusman, massa juga menuntut Kejati Maluku untuk memerintahkan Kejari SBT menolak pelimpahan berkas dua tersangka warga Sabuai dari Polres SBT.

Kedua tersangka yakni, Khaleb Yamarua dan Stefannus Ahwalam.

"Empat kali kesini tidak ada tanggapan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku," lanjut Khaleb.

Massa melakukan aksi sejak pukul 12.00 WIT dengan membawa spanduk berisikan tuntutan mereka.

Aksi damai juga diwarnai dengan ikat kain merah di tubuh pengunjuk rasa sebagai tanda diri.

Sebelumnya Hakim Pengadilan Negeri SBB memvonis Imanuel Quadarusman dengan pidana penjara selama dua tahun dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan penjara.
Imanuel Quadarusman.

Imanuel Quadarusman merupakan pimpinan dari CV. SBM.

CV. SBM sendiri merupakan perusahaan yang beroperasi di bidang perusahaan pala namun kenyataannya mereka juga melakukan penebangan liar di Hutan Adar Sabuai, Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved