Breaking News:

Kasus PLTMG Namlea

Diputuskan Tidak Bersalah, Laitupa Menangis; Terima Kasih yang Mulia

Ketua Majelis Hakim, Pasti Tarigan menanyakan apakah ada sesuatu yang ingin disampaikan Abdul Gafur Laitupa.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Terdakwa Abdul Gafur Laitupa menangis saat sidang putusan kasus dugaan tipikor pembangunan PLTMG Namlea di Pengadilan Tipikor Ambon, Jumat (6/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Terdakwa Abdul Gafur Laitupa tak kuasa menahan air matanya usai mendengarkan putusan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (6/8/2021) sore.
Pantauan tribunambon.com, Abdul Gafur sesekali menyeka air matanya.

Bahkan ucapan terima kasihnya pun diselimuti air mata saat Ketua Majelis Hakim, Pasti Tarigan menanyakan apakah ada sesuatu yang ingin disampaikan Abdul Gafur Laitupa.

“Terima kasih Yang Mulia,” kata Abdul Gafur

Laitupa tak kuasa menahan air matanya.
Tak hanya terdakwa, suasana haru biru pun terasa diruang sidang saat sang isteri yang datang bersama anaknya menangis mendengarkan hasil putusan Majelis Hakim.

Abdul Gafur merupakan mantan kepala seksi pengukuran Badan Pertanahan Nasional (BPN) Namlea Kabupaten Buru, Provinsi Maluku yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Namlea, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku.

Majelis Hakim dalam persidangan memutuskan terdakwa tidak bersalah dan harus dibebaskan dari semua tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

“Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan primer dan subsider, terdakwa tidak melakukan tindak pidana maka terdakwa harus dibebaskan dari dakwaan penuntut umum,” kata Pasti Tarigan.

Majelis Hakim juga memerintahkan terdakwa segera dibebaskan dan memulihkan kedudukan harkat dan martabat terdakwa secara semula.

Dalam amar putusannya, berdasarkan fakta persidangan, Majelis Hakim menimbang perbuatan Abdul Gafur Laitupa tidak bukanlah penyalahgunaan kewenangan.

Baca juga: Diputus Bebas, Ferry Tanaya Tersenyum Bahagia, Harkat-Martabat Dikembalikan

Baca juga: 2 Tahun Tiang Listrik Dipasang, 578 Rumah di Desa Pasar Putih-Buru Selatan Belum Dialiri Listrik PLN

Terdakwa hanya menjalankan perintah dari Kepala BPN Namlea yang disurati PT. PLN UIW Maluku untuk melakukan pengukuran terhadap tanah Ferry Tanaya.

Bahkan uang senilai Rp 9 juta diterimanya namun diberikan kepada Kantor BPN Namlea dan bukan untuk kepentingan pribadi.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut Abdul Gafur Laitupa selama 8,6 Tahun penjara dan membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara.

Ia juga dituntut membayar uang pengganti atas kerugian Negara yang diberikan PT. PLN kepada terdakwa sebesar Rp 9,7 Juta subsider tiga bulan kurungan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved