Breaking News:

Ambon Terkini

Turun ke Zona Orange, Kadis Kesehatan Ambon; Jangan Bangga, Kenaikan Skor Belum Signifikan

Meski demikian, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ambon, Wendy Pelupessy mengatakan warga jangan terlena karena kenaikan skor belum

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Helmy
AMBON - Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy saat memberikan keterangan kepada Wartawan di Balai Kota Ambon Kamis, (4/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Kota Ambon akhirnya kembali masuk ke zona orange atau resiko sedang pada peta penyebaran covid-19 di Provinsi Maluku per Minggu (1/8/2021) lalu.

Meski demikian, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ambon, Wendy Pelupessy mengatakan warga jangan terlena karena kenaikan skor belum cukup signifikan.

“Jangan kita bangga dengan Zona Oranye karena nyatanya kenaikan skor belum signifikan,” kata Pelupessy dalam rilis, Rabu (8/4/2021).

Pelupessy menambahkan peningkatan skor bagi Kota Ambon hanya sebesar 0,16 poin dari yang sebelumnya.

“Minggu lalu skor kota Ambon 1,73 dan  berada pada Zona Merah atau resiko tinggi namun minggu ini mengalami kenaikan menjadi 1,89 dan sudah  berada di Zona Oranye atau resiko sedang,” tambahnya.

Lanjutnya, penyebab skor kota Ambon tidak meningkat signifikan lantaran positivity rate yang masih tinggi yakni 31,5 persen.

Padahal Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan Positivity Rate mesti dibawah 5 persen.

“Untuk menurunkan Positivity Rate kita harus perkuat di  Tracing, Testing dan Treatment atau 3T karena itu merupakan inti pengendalian pandemi, selain protokol kesehatan dan vaksinasi,” paparnya.

Baca juga: DPRD Maluku Bakal Bantu Risman Soulissa Dapat Keadilan Hukum

Baca juga: Pelayanan Klaim di Taspen Ambon Beralih ke Online dan Dropbox

Dia menjelaskan, diperlukan kerja keras dan sinergitas Satgas Covid-19 Kota Ambon dan Satgas tingkat Desa/Negeri dan Kelurahan dalam memperkuat 3T.

“Tracing dan testing harus diperkuat, jika banyak yang ditesting, dan hasilnya sedikit yang terkonfirmasi positif maka Positivity Rate akan menurun,” jelasnya.

Sementara itu, Lanjut Pelupessy, peningkatan skor dipengaruhi oleh sejumlah factor seperti meningkatnya angka kesembuhan dan Bed Ocuppancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian Rumah Sakit yang ada di Kota Ambon turun dibawah 70 persen.

“BOR Rumah sakit menurun artinya banyak pasien Covid-19 yang sembuh dan tidak lagi dirawat di Rumah Sakit,” lanjutnya.

Diketahui, hingga 3 Agustus 2021, total kasus terkofirmasi positif 2.484 orang, dengan rincian 2.319 orang isolasi mandiri dan terpusat, 165 orang dirawat di RS Rujukan, sembuh 6016 orang dan meninggal 154 orang. Sementara presentase vaksinasi Covid-19 di Kota Ambon telah mencapai 42,7 persen. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved