Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Dugaan Korupsi Gedung MIPA Unpatti, Dekan; Saya Tak Tahu, Kami Hanya Siap Pakai

Saat ini, kasus tersebut telah dinaikkan ke tahap penyidikan usai tim penyidik melakukan ekspose pada Selasa (27/7/2021).

Penulis: Ode Dedy Lion Aziz | Editor: Salama Picalouhata
Ode Dedy Azis
Gedung MIPA Unpatti. 

Laporan Wartawan, TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Pattimura (Unpatti), Pieter Kakisina menyebut tidak tahu menahu terkait dugaan kasus korupsi pembangunan gedung fakultasnya yanng baru.

"Saya tidak tahu menahu soal kasus tersebut," ujar Kakisina saat diwawancarai TribunAmbon.com di Gedung FMIPA Unpatti, Senin, (2/8/2021) siang.

Pembangunan gedung, kata Kakisina, bukanlah tangungg jawabnya dann pihakk fakultas.

Baca juga: Kejari Ambon Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembangunan Gedung MIPA Unpatti Senilai Rp 60,9 Miliar

Dia beserta dosen dan staf, tambahnya, hanya ditugaskan pihak rektorat menempati gedung tersebut.

"Kami ini hanya ditugaskan untuk menempati gedung ini. Ketika sudah jadi, kami siap pakai saja," tegasnya.

Diketahui sebelumnya, Sebanyak 11 saksi telah diperiksa tim penyidik Kejaksaan Negeri Ambon, termasuk Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Maluku berinisial HK.

Mereka diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi dalam pembangunan gedung kuliah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan Marine Centre Universitas Pattimura Ambon.

Pihak Universitas Pattimuran Ambon juga turut diperiksa sebagai saksi.

“Salah satu yang kita mintai Kepala Balai Cipta Karya (BPPW Maluku) inisial HK, ada juga PPPKnya dan juga kasatgarnya dan BP2JK (balai lelang) dan juga beberapa saksi berkaitan dengan ini termasuk pihak universitas dan rekanan juga sudah kita mintai sebagian. Nanti kita pertajam,” tambahnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved