Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Tiga Terdakwa Kasus Korupsi Lahan Dermaga Lantamal IX Jalani Sidang Perdana

Ketiganya yakni, Jacob Nicolas Tuhuleruw selaku Raja Negeri Tawiri tahun 2013-2019, Joseph Tuhuleruw dan jerry Tuhuleruw

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Kasus Korupsi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi pembebasan lahan milik Negeri (desa) Tawiri, Kota Ambon untuk pembangunan Dermaga dan sarana prasarana pendukung operasional Lantamal IX Ambon jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (30/7/2021) pagi.

Ketiganya yakni, Jacob Nicolas Tuhuleruw selaku Raja Negeri Tawiri tahun 2013-2019, Joseph Tuhuleruw dan jerry Tuhuleruw.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Achmad Atammimi dalam dakwaannya mengatakan ketiganya bersama-sama memasukan nama mereka dalam daftar penerima ganti rugi pembebasan lahan.

“Bahwa terdakwa Jacob Nicholas Tuhuleruw bersama-sama dengan Joseph Tuhuleruw dan jerry Tuhuleruw sepakat untuk memasukkan namanya dalam daftar penerima ganti rugi karena Joseph selaku orang yang membantu, menyaksikan dan mendukung Jacob dalam pelaksanaan pembebasan lahan negeri tawiri untuk pengadaan tanah untuk pembangunan Dermaga alternatif TNI AL di Negeri Tawiri,” kata Jaksa dalam sidang virtual yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Andi Adha.

Jaksa menambahkan pada proses pembebasan lahan, terdakwa Jacob tidak memberitahukan dan melibatkan Saniri Negeri.

“Terdakwa Jacob Nicholas tuhuleruw dalam pembebasan lahan milik Negeri Tawiri yang akan digunakan untuk pembangunan Dermaga angkatan laut tidak pernah memberitahukan, tidak pernah melibatkan dan tidak pernah mendapatkan persetujuan dari saniri Negeri Tawiri,” tambahnya.

Lanjutnya, terdakwa Jacob selaku Raja Negeri Tawiri membuat surat keterangan bahwa tanah yang akan dibebaskan itu milik ketiga terdakwa.

Baca juga: Sidang Perdana; Raja Tawiri Nikmati Rp 2.3 Miliar Hasil Pembebasan Lahan Dermaga Lantamal IX

Baca juga: Belum Ada Listrik di Lapak Relokasi Pasar Apung, Wakil Rakyat; Ini Bukti Pemkot Ambon Tidak Serius

Padahal tanah tersebut milik Negeri Tawiri dan hasil ganti rugi seharusnya diterima dan dimasukkan pada kas Negara sebagai pendapatan hasil Negeri.

“Terdakwa Jacob Nicholas tuhuleruw, Joseph tuhuleruw dan Jerry tuhuleruw, Johana Rachel Soplanit (berkas terpisah) tidak memiliki tanah pada objek yang akan dibebaskan,” jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved