Breaking News:

Ambon Hari Ini

Cegah Kawasan Arbes Jadi Tempat Akhir Sampah, Kadis DLHP Kota Ambon; Nanti Akan Dipagari

Solusi yang diberikan, menurutnya tepat, lantaran warga dari kawasan lain juga membuang sampah di kawasan Arbes.

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Salama Picalouhata
Ode Alfin Risanto
Dinas DLHP sedang melakukan pembersihan sampah di Kawasan Arbes, Kecamatan Amantelu, Desa Batu Merah, Ambon, (abu 28/07/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON,TRIBUNAMBON.COM - Sampah di wilayah Kota Ambon masih dijumpai di kawasan Arbes, Batu Merah, Sirimau, Kota Ambon, Maluku.

Padahal kawasan tersebut bukanlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sampah yang ditemukan tersebut sebagian besarnya berasal dari rumah tangga.

Pelaksana tugas harian (PLH) Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, A.J. Hehamahua menyatakan, penyebab sampah yang masih ditemukan di kawasan tersebut karena kurang kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan dan kebersihan.

Baca juga: Sampah Menumpuk di Ahuru, DLHP; Kita Terkendala Armada

Dia berharap, agar kawasan tersebut tidak TPA baru.

"Saya meminta kepada pemerintah negeri dan RT setempat agar jangan buat Kawasan Arbes menjadi TPA Baru," kata Hehamahua kepada TribunAmbon.com melalui sambungan telpon, Kamis (29/20/2021) pagi.

Untuk itu, dia berharap agar pemerintah negeri dan RT secepatnya mengecek siapa pemilik lahan di kawasan tersebut.

Nantinya, pihaknya akan meminta izin untuk membersihkan sampah di kawasan tersebut.

"Setelah melakukan pembersihan, kita langsung pagar mati saja. Agar warga jangan buang sampah disini lagi," ujarnya.

Baca juga: Jarang Diangkut, Sampah di Kawasan Ahuru - Ambon Kembali Mengunung

Solusi yang diberikan, menurutnya tepat, lantaran warga dari kawasan lain juga membuang sampah di kawasan Arbes.

Bahkan lebih parahnya lagi, lanjut dia, mereka membuang sampah dengan mobil truk yang besar.

Sehingga volume sampah di tempat tersebut menjadi lebih banyak.

Lanjutnya, apalagi dengan kondisi DLHP kekurangan armada truk pengangkut sampah.

"Volume sampah disini banyak. Karena bukan saja warga disini yang buang, tapi warga dari kawasan lain juga ikut buang. Jadi jalan satu- satunya kita pagari supaya jangan ada TPA Baru," tegasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved