Breaking News:

Ambon Hari Ini

10 Tahun Tak Siarkan Konten Lokal, KPID Maluku Sentil Salah Satu Televisi Swasta di Ambon

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Maluku menyentil stasiun televisi swasta tak menyiarkan konten-konten lokal seputar Kota Ambon dan s

Ode Dedy Azis
KPID Maluku, saat melakukan verifikasi faktual di Kantor SCTV Ambon, Senin (26/7/2021) pagi. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Maluku menyentil stasiun televisi swasta tak menyiarkan konten-konten lokal seputar Kota Ambon dan sekitarnya dalam program mereka.

Salah satunya, Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) SCTV Ambon yang tidak menyiarkan konten lokal sepuluh persen, sebagaimana diamanatkan undang-undang.

KPID Maluku mengetahuinya saat melakukan verifikasi faktual di Kantor SCTV Ambon, Senin, (26/7/2021) kemarin.

KPID Maluku, saat melakukan verifikasi faktual di Kantor SCTV Ambon, Senin (26/7/2021) pagi.
KPID Maluku, saat melakukan verifikasi faktual di Kantor SCTV Ambon, Senin (26/7/2021) pagi. (Ode Dedy Azis)

Ketua KPID Maluku, Mutiara Dara Utama mengatakan, televisi harusnya mengandung konten lokal karena merupakan perintah undang-undang. 

"Undang-undang sudah mengatur secara jelas penyelenggaraan penyiaran lembaga penyiaran," kata Mutiara.

Baca juga: Polres Pulau Buru Kerahkan 4 Kapal Polairud Bantu Evakuasi Penumpang KM. Tidar yang Kandas di Namlea

Baca juga: Evakuasi 500 Penumpang KM. Tidar yang Kandas di Namlea-Kabupaten Buru Baru Bisa Dilakukan Siang Ini

Pihaknya tidak segan untuk mengambil langkah tegas bagi lembaga penyiaran yang tak mengikuti perintah undang-undang.

"Ketika ada lembaga penyiaran yang tidak berjalan sesuai aturan, maka kami sudah pasti mengambil langkah tegas sesuai prosedur yang ada," ujar Mutiara.

Pihaknya menyayangkan, LPS SCTV Ambon selama berada di Ambon hanya menyiar konten lokal 30 menit setiap hari.

Padahal menurutnya, 10 persen dari 24 jam menyiar setiap hari adalah 2 jam 45 menit, bukan 30 menit.

"Itu berarti, apa yang dilakukan oleh SCTV Ambon selama 10 tahun ini, sama sekali tidak sesuai dengan undang-undang. Sebab hanya menyiar 30 menit konten lokal setiap hari. Sudah begitu, konten lokal biasanya diputar berulang setiap hari," tandasnya.

Kepala Stasiun SCTV Ambon, Daud Timisela mengaku, tidak pernah menyiarkan konten lokal hingga 10 persen dalam sepuluh tahun terakhir.

"Soal konten lokal setiap hari ada, tapi diatur dari pusat. Jadi hanya ditayangkan selama 30 menit setiap jam 04.00 pagi. Kita di daerah hanya kerja sesuai petunjuk teknis yang ada saja. Saya kira KPID punya kewenangan untuk menilai itu," ujar Timisela.

Kepala Stasiun SCTV Ambon, Daud Timisela.
Kepala Stasiun SCTV Ambon, Daud Timisela. (Ode Dedy Azis)

Timisela mengaku, bisnis pertelevisian di Kota Ambon sendiri tidak begitu menguntungkan. Sehingga pihaknya butuh banyak pertimbangan untuk memproduksi dan menyiarkan konten lokal.

"Kota Ambon punya apa yang bisa memberikan jaminan bagi SCTV untuk menyiapkan semua peralatan pendukung di daerah. Sebab untuk kesiapan peralatan, tentu membutuhkan anggaran yang cukup besar. Sehingga mesti mempertimbangkan manfaatnya," kata dia. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved