Breaking News:

Nasional

Sebanyak 1,92 Juta Dosis Vaksin Gotong Royong Sudah Didistribusikan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut, tercatat lebih dari 1,9 juta dosis vaksin sudah didistribusikan ke berbagai perusahaan

Editor: Adjeng Hatalea
Tangkap Layar kanal YouTube Kompas TV
Menteri BUMN, Erick Thohir dalam rapat kerja perdana dengan Komisi VI DPR, Senin (2/12/2019). 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut, tercatat lebih dari 1,9 juta dosis vaksin sudah didistribusikan ke berbagai perusahaan dan badan hukum.

Pendistribusian itu, kata dia sebagai upaya pemerintah mempercepat program vaksinasi gotong royong.

"Kita sudah distribusikan itu 1,92 juta," kata Erick dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/7/2021). Sementara, total vaksin yang sudah diterima RI khusus untuk program vaksinasi gotong royong kini mencapai 5,5 juta dosis.

Dari angka itu, sebanyak 2,9 juta dosis sudah mendapat izin penggunaan darurat dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), dan 2,6 juta lainnya masih dalam proses.

Erick memastikan, seluruh vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi gotong royong merupakan vaksin Sinopharm.

"Jadi kita tidak memakai merek-merek yang dilakukan oleh vaksin gratis program pemerintah ataupun yang masuk ke dalam Covax/Gavi ataupun di luar yang 500.000 sumbangan," kata dia.

Baca juga: Arab Saudi Buka Pintu Jemaah Umrah Internasional Mulai 10 Agustus, Indonesia Masih Ditangguhkan

Untuk diketahui, vaksin gotong royong diselenggarakan oleh badan usaha atau badan hukum yang bekerja sama dengan pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Perusahaan atau badan hukum memberikan vaksinasi tersebut ke karyawan secara gratis. Sementara, pembelian vaksin dibayarkan oleh perusahaan atau badan hukum. Vaksinasi mekanisme tersebut dilakukan untuk mempercepat program vaksinasi nasional.

Pemerintah menargetkan vaksinasi gotong royong mampu menjangkau 22 juta penduduk.

Namun demikian, upaya tersebut kini masih terkendala pengadaan vaksin.

"Inilah yang akan kita kejar dengan ketua dan jajaran pengurus Kadin yang baru agar angka vaksin gotong royong 22 juta itu bisa dikejar di bulan Juli, Agustus, dan bulan bulan berikutnya," kata Presiden Joko Widodo, Rabu (30/6/2021).

(Kompas.com / Fitria Chusna Farisa / Dani Prabowo)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved