Breaking News:

Kuti Kata Maluku

Kuti Kata; Ana Tarengke-rengke

"Mau bagumana lai, kalu maitua su deng badang, sagu mantah su dudu goti, berkat toh" (=apa mau dikata,

Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Pdt. Elifas Tomix Maspaitella
Bersama mandi di Pantai 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - "Punya ana tarengke-rengke" (=memiliki banyak anak), "macang trap-trap sa" (=seperti terap-terap; ini istilah tentang jarak kelahiran/umur anak yang dekat), dan fakta ini dialami banyak pasangan suami istri.

"Mau bagumana lai, kalu maitua su deng badang, sagu mantah su dudu goti, berkat toh" (=apa mau dikata, jika istri sudah mengandung, itu suatu berkat).

Istilah "deng badang" (=mengandung), atau "sagu mantah su dudu goti" (=pati sagu sudah mengendap di dasar goti; goti adalah wadah penampung pati sagu).

Semua orang ingin "pung ana" (=memiliki anak), dan konsep utama dari "pung ana" ialah "piara" (=memelihara) dan "jaga" (=menjaga).

Dalam konsep "piara", setiap orang tua akan bekerja sungguh-sungguh untuk keperluan hidup sesehari rumah tangganya.

Sebab itu sering terdengar nasehat, "ingatang, su deng rumah tangga, su deng anana tarengke-rengke, su tar bisa dudu-dudu tanding lai" (=ingat, sudah berumah tangga dan anak sudah banyak, tidak bisa duduk-duduk saja).

"Pi karja sabarang-sabarang jua seng apapa supaya bini bisa biking tungku ba asap" (=bekerjalah apa saja, tentu yang baik, agar istri bisa memasak di dapur).

"Lia tungku deng tampa bumbu tuh" (=perhatikanlah tungku api dan tempat bumbu masaknya).

Sedangkan konsep "jaga" mengandung makna perlindungan, melihat tumbuh-kembang anak, juga melindungi dari apa pun.

Prinsipnya: Satu: "Anana seng boleh saki" (=anak tidak boleh sakit). Nasehat ini intinya ialah orangtua harus memperhatikan benar kondisi anaknya agar mereka tetap sehat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved