Breaking News:

Kemenlu China: Kami Mendesak Amerika Serikat untuk Mengubah Pola Pikirnya yang Sangat Sesat

Untuk wilayah yang termasuk dalam kategori PPKM level 4, warteg dan lapak jajanan serta sejenisnya diperbolehkan melayani makan ditempat.

Editor: Citra Anastasia
AFP
Bendera China dan AS berkibar di dekat Bund, sebelum delegasi perdagangan AS bertemu dengan rekan-rekan China mereka untuk mengadakan pembicaraan di Shanghai, China, 30 Juli 2019. 

TRIBUNAMBON.COM - Hubungan antara Amerika Serikat dan China masih saja memanas.

Pada Senin (26/7/2021), Wakil Menteri Luar Negeri China, Xie Feng, mengeluarkan pernyataan yang ditujukan untuk Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, Xie mendesak Amerika Serikat untuk berhenti mengutuk dan menjelek-jelekkan China.

Pernyataan tersebut ia lontarkan selama pembicaraan dengan Wakil Menteri Luar Negeri AS, Wendy Sherman.

Kala itu, Sherman sedang melakukan kunjungan ke kota pelabuhan Tianjin di China utara dari 25 hingga 26 Juli 2021 lalu.

Menurut Xie, hubungan kedua negara berada dalam jalan buntu dan menghadapi kesulitan serius, yang pada dasarnya karena AS menganggap China sebagai “musuh bayangan.”

Baca juga: Dunia Masih Menikmati 5G, China Sudah Siapkan Jaringan 6G untuk 2030

“Harapannya mungkin dengan menjelekkan China, Amerika Serikat entah bagaimana bisa mengalihkan ketidakpuasan publik domestik atas masalah politik, ekonomi dan sosial dan menyalahkan China atas masalah strukturalnya sendiri,” kata Xie, seperti dilansir dari Xinhua.

Ia juga mengatakan, tampaknya AS berupaya menjatuhkan China. “Seolah-olah ketika perkembangan China tertahan, semua tantangan domestik dan eksternal AS akan hilang, dan Amerika akan menjadi hebat lagi dan Pax Americana akan terus berlanjut,” kata Xie.

"Kami mendesak Amerika Serikat untuk mengubah pola pikirnya yang sangat sesat dan kebijakan berbahayanya," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri China mengutip Xie, seperti dilansir dari The Straits Times.

Xie  mengklaim bahwa orang-orang China memandang retorika permusuhan AS sebagai upaya terselubung untuk menahan dan menekan China.

Baca juga: China Murka Setelah Kapal Perusak AS Berlayar di Selat Taiwan

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved