Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Perkara korupsi PLTG Namlea-Maluku, Ferry Tanaya Sebut Jaksa Putar Balikan Fakta

Pengusaha Ferry Tanaya menyebut kejaksaan memutarbalikkan fakta dan menzalimi dirinya.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Henry Yosodiningrat tengah membaca pledoi pembelaan Ferry Tanaya terkait kasus dugaan korupsi PLTMG Namlea di Pengadilan tipikor Ambon, Jumat (23/7/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Pengusaha Ferry Tanaya menyebut kejaksaan memutarbalikkan fakta dan menzalimi dirinya.

“Tuntutan jaksa sangat menzalimi dan tidak sesuai fakta,” ungkap Ferry Tanaya saat disidang di Pengadilan Tipikor Ambon, Jumat (24/7/2021).

Dalam sidang virtual itu, Ferry Tanaya menceritakan awal membeli tanah dari ahli waris Wakanno hingga sebagian tanah sebesar 48.645,5 dijual kepada PT. PLN.

“Sebenarnya kepemilikan atas nama saya peroleh 17 Agustus 1985. Dengan itikad baik karena membayar kepada penjual dan bukan merampas dari pemilik maupun masyarakat dan pemerintah desa. Bahkan pemegang hak masih hidup, dan bersangkutan menyatakan tanah milik saya. Saksi dan masyarakat setempat, saat sidang meyakinkan tanah milik saya,” tambahnya.

Lanjutnya, awalnya PLN yang mendatangi kedua orang tuanya dan meminta untuk menjual lahan itu namun ia menolak dan pihak PLN masih terus mendatangi mereka dengan berbagai alasan.

“Pihak PLN mengaku pada awalnya untuk meminta bebaskan sebagian tanah milik saya utk PLTMG tapi saya tidak bersedia. saya anjurkan tanah bidang lain, beberapa waktu kemudian PLN mendatangi ibu saya dan mengatakan sudah mencari dan tak ada tanah lain yang cocok,” imbuhnya.

Berulang kali, Ferry Tanaya menyampaikan tak ada niat memperkaya diri sendiri dari hasil menjual tanah yang seharga Rp 6.081.722.920 itu dan selama berpuluh tahun ia jaga dan rawat.

“Saya yang jadi tersangka padahal ada yang lain yang juga menerima ganti rugi PLTMG Namlea, yang menentukan ganti rugi bukan saya dan tidak ada negosiasi. Yang Mulia, dari awal tidak ada niat untuk menguntungkan diri sendiri. Saya tidak memperkaya diri sendiri,” lanjutnya.

“tidak seimbang kalau saya memperkaya diri sendiri. Uang yang saya terima, adalah keseimbangan materi dengan aset yang diberi, memperkaya diri sendiri kalau aset itu tidak saya kelola selama sekian tahun,” tegasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved