Breaking News:

Ambon Hari Ini

Kasus Korupsi Lahan Dermaga Lantamal IX Tawiri – Ambon, Berkas 3 Tersangka Dilimpahkan Ke PN

Ketiganya yakni Raja Negeri Tawiri Jacob Nicholas Tuhuleruw, Jerry Tuhuleruw dan Joseph Tuhuleruw.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Kasus Korupsi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON – Berkas perkara tiga tersangka kasus dugaan korupsi Pembebasan lahan milik Negeri Tawiri untuk Pembangunan Dermaga dan Sarana/Prasarana Lantamal IX Ambon tahun 2015 telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (23/7/2021) pagi.

Ketiganya yakni Raja Negeri Tawiri Jacob Nicholas Tuhuleruw, Jerry Tuhuleruw dan Joseph Tuhuleruw.

“Jadi hari ini kami dari JPU perkara membebasan lahan untuk lantamal 9 Ambon dengan tersangka Yacop Tuhureru Yosep Tuhureru dan Jery Tuhureru telah kami limpahkan ke PN Ambon Jumat 23 Juli 2021,” kata Kasi Penuntutan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Achmad Attamimi kepada tribunambon.com, Jumat sore.

Pelimpahan berkas itu disertai bukti-bukti seperti surat pembebasan lahan dan rekening.
Attamimi menjelaskan usai dilimpahkan, jaksa akan menunggu penetapan majelis hakim yang akan menangani berkas perkara ketiga tersangka itu.

“Selanjutnya tinggal tunggu penetapan majekis hakim terkait dengan tiga terdakwa tersebut. Untuk bukti itu surat-surat salah satunya terkait pembebasan lahan dan beberapa rekening,” jelasnya.

Baca juga: Kabid Dokes Polda Maluku; Antusias Masyarakat Ambon Terhadap Vaksinasi Tinggi

Baca juga: Selama PPKM, Ditlantas Polda Maluku Melakukan Pola Penindakan Hunting System

Sebelumnya, penetapan ketiga petinggi Negeri (Desa) Tawiri, Kota Ambon itu bersama dengan satu tersangka lainnya yakni, Johana Rachel Soplanit, Kamis (24/6/2021) lalu.

Namun, Soplanit baru dijemput paksa setelah tiga kali tidak datang panggilan kejaksaan siang tadi.
Diberitakan sebelumnya, kasus ini berawal saat Pemerintah Provinsi Maluku membangun Jembatan Merah Putih sehingga kapal-kapal milik TNI Angkatan laut tidak bisa melewatinya.

TNI AL lantas meminta pemindahaan dermaga TNI AL dan oleh Negara melalui Balai Jalan kemudian membebaskan lahan di kawasan Negeri Tawiri, Kota Ambon.

Lahan tersebut merupakan asset Negeri Tawiri dan uang hasil pembebasan lahan seharusnya masuk kedalam rekening negeri dan dikelola untuk masyarakat.

Namun, diduga keempat tersangka malah menggunakan uang itu untuk kepentingan pribadi.

Akibat perbuatan para tersangka, sesuai dengan perhitungan Inspektorat Provinsi Maluku, Negara mengalami kerugian keuangan sebesar Rp 3.823.582.250. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved