Breaking News:

Maluku Terkini

Drainase Tidak Berfungsi, Kilo Meter 10 – Maluku Tengah Belasan Tahun Dikurung Banjir

Semenjak itu juga disetiap musim penghujan kawasan tersebut kerap digenangi air setinggi paha orang dewasa.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Lukman
MALUKU: Sejumlah rumah warga tampak terendam banjir di kawasan Kilo meter 10, Dusun Huameteno, Negeri Sepa, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah, Kamis (22/7/2021). 

Belasan Tahun Jadi Langgan Banjir,

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Belasan rumah di kawasan Kilo Meter 10, Dusun Huameteno, Negeri Sepa, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah ini sudah menjadi kawasan langganan banjir sejak belasan tahun.

Kepala Dusun Huameteno, Husain Latue (42)  mengaku sudah mendiami rumah bantuan pemerintah itu sejak tahun 2002, semenjak itu juga disetiap musim penghujan kawasan tersebut kerap digenangi air setinggi paha orang dewasa.

"Tinggal disini sudah lama. Sekitar tahun-tahhn 2002 begitu. Setiap banjir air Ponu (air penuh) sampe jalan tatutup (sampai menutupi badan jalan,"kata Husain Kamis (22/7/2021).

Saluran Drainase sepanjang kurang lebih sekitar 500 Meter yang ada di kiri kanan jalan itu tidak berfungsi. Sehingga seluru saluran drainase kini telah ditutupi material tanah akibat banjir yang kerap terjadi di setiap musim penghujan.

"Got su tertutupi tanah. Karena memang got ini juga terlalu kecil, sehingga tidak manampung debut air yang meluap dari sungai yang dibelakang ini,"ujarnya menambahkan.

Karena sudah keseringan banjir, lanjut dia, soal penangan banjir tersebut selaku kepala dusun dirinya berulang kali sudah mengusulkan pembuatan talut di sungai atau Kali Hollo tersebut sejak 2015 lalu namun hingga kini belum ada sentuhan pemerintah.

Baca juga: Kapitan Maluku Serbu DPRD Ambon, Wakil Rakyat Lagi Isolasi Mandiri

Baca juga: Pemerintah Kota Ambon Tak Lagi Pakai Istilah PPKM Mikro, Begini Penjelasan PPKM Level 1-4

"Kita sudah usulkan tahun 2015 lalu, kemudian tahun 2016 di Musrenbang Kecamatan, namun sampe sekarang memang sudah dapat bantuan Bronjong tapi itu juga belum menjawab ini karena hanya beberapa meter saja, akibatnya masih terus ada genangan air seperti ini,"ulasnya.

Lanjutnya, jika curah hujan tinggi selama dua hari berturut-turut maka area sekitar jalan Trans Seram yang menghubungkan Kabupaten Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat dan Kabupaten Maluku Tengah itu akan menggenangi seluruh badan jalan hingga menghambat laju kendaraan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved