Breaking News:

Vaksinasi Covid

WHO Tegaskan Vaksinasi Anak Harus Tanpa Paksaan, Louhenapessy; Institusi Punya Aturan Sendiri

Program vaksinasi terhadap anak usia 12 -17 tahun di Kota Ambon akan segera dilakukan saat stok vaksin datang.

Penulis: Muh Ridwan H Tuasamu | Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/Tanita
AMBON: Walikota Ambon, Richard Louhenapessy saat ditemui wartawan di Balai Kota Ambon, Kamis (18/3/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Program vaksinasi terhadap anak usia 12 -17 tahun di Kota Ambon akan segera dilakukan saat stok vaksin datang.

Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah memberikan peringatan agar tidak memaksa anak mengikuti vaksinasi.

Menurut Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, setiap institusi mempunyai aturan sendiri yang mengatur hal itu.

"Memang betul kata WHO, tapi institusi punya ketentuan sendiri," kata Louhenapessy dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Herd Immunity di Maluku Masih Jauh dari Target, Vaksinasi Baru Capai 11 %

Baca juga: WHO Sebut Pandemi Covid-19 Gelombang Ketiga Dimulai, Hancurkan Harapan Pengembangan Vaksin

Lanjutnya, WHO tidak bisa memaksakan aturan yang berlaku di setiap institusi yang mewajibkan vaksinasi.

Program vaksinasi disebutnya sebagai upaya menambah herd immunity pada anak usai 12 - 17 tahun agar bisa melakukan sekolah tatap muka.

Dia memberikan contoh lain yakni instansi penerbangan yang mewajibkan warga untuk menunjukkan kartu vaksin sebagai syarat keberangkatan.

"Kita sudah koordinasi juga bersama sekolah," ujarnya.

Dia mengatakan, proses herd immunity tersebut akan fokus diberikan bagi kelompok Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan seluruh kepala sekolah di Kota Ambon untuk menjalankan program tersebut.

Saat ini, pemerintah Kota Ambon hanya menunggu datangnya vaksin dan arahan dari pusat.

Diketahui, sebelumnya pemerintah Kota Ambon juga mewajibkan seluruh siswa dan tenaga pendidik untuk melakukan vaksinasi sebagai syarat dimulainya sekolah tatap muka.

Pasalnya, siswa sekolah merupakan kelompok aktif yang suka berkerumun dan rawan menimbulkan penularan virus Covid-19.  (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved