Breaking News:

Virus Corona

Studi Baru: Kematian Covid-19 di India Bisa 10 Kali Lebih Tinggi dari Data Resmi Pemerintah

Peneliti memperkirakan ada 3-4,7 juta angka kematian lebih banyak dari yang diperkirakan antara periode Januari 2020 hingga Juni 2021

Editor: Citra Anastasia
AP PHOTO/RAFIQ MAQBOOL
Pada file foto 6 Mei 2021 ini, petugas kesehatan mencoba menyesuaikan masker oksigen seorang pasien di rumah sakit lapangan jumbo BKC, salah satu fasilitas COVID-19 terbesar di Mumbai, India. 

TRIBUNAMBON.COM - Sebuah studi yang dilakukan oleh lembaga penelitian yang berbasis di Amerika Serikat (AS), menghasilkan temuan terbaru mengenai kasus virus corona di Indonesia.

Hasil studi menunjukkan, jumlah kematian akibat Covid-19 di India bisa '10 kali lebih tinggi' dari jumlah resmi yang terdata oleh pemerintah.

Kelompok riset Center for Global Development (CGD) nonpartisan memperingatkan situasi pandemi di India 'jauh lebih buruk' dibandingkan dengan apa yang dilaporkan saat ini.

Jumlah kematian yang tercatat secara resmi akibat virus ini pada akhir Juni lalu mencapai 400.000.

Terkait skala situasi di India, para peneliti memperkirakan bahwa sebenarnya ada 3 hingga 4,7 jutaan angka kematian lebih banyak dari yang diperkirakan antara periode Januari 2020 hingga Juni 2021.

Baca juga: Indonesia Melampaui India, Bersiap Jadi Episentrum Baru Covid-19 Asia

Angka kematian ini, kata mereka, sebenarnya mungkin terhitung dalam angka 'beberapa juta', bukan ratusan ribu saja.

Jika benar, ini tentu saja bisa disebut sebagai tragedi kemanusiaan terburuk di India sejak kemerdekaan.

Dikutip dari laman Russia Today, Rabu (21/7/2021), laporan dari CGD nonpartisan mengeksplorasi tiga kumpulan data berbeda untuk memberikan gambaran komprehensif tentang skala pandemi di India dan mendapatkan perkiraan berbasis data 'untuk kali pertama'.

CGD menyebut kenyataan itu 'sangat buruk' jika dibandingkan data yang telah dilaporkan secara resmi, karena jumlah korban tewas di India 'telah dikurangi' angka kematiannya.

Para peneliti ini kemudian mengutip tidak adanya India dari database global yang mendokumentasikan perkiraan lonjakan kematian selama pandemi Covid-19.

Baca juga: Imbas Lonjakan Covid-19, 12 Menteri di India Kompak Undur Diri Diri

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved