Breaking News:

Virus Corona

Myanmar Diprediksi Jadi Negara Penyebar Tercepat Covid-19, Relawan Datang ke Rumah untuk Ambil Mayat

Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (HAM) di Myanmar pada pekan lalu memperingatkan bahwa negara itu berisiko

Editor: Citra Anastasia
Wartakotalive.com
Ilustrasi petugas medis yang menangani pasien Covid-19. 

TRIBUNAMBON.COM - Myanmar menjadi negara yang diperingatkan sebagai penyebar tercepat Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh pelapor khusus Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (HAM) di Myanmar pada pekan lalu.

Pada Senin lalu, Tim Negara PBB di Myanmar juga menyampaikan bahwa gelombang infeksi baru dapat menjadi bencana besar bagi negara berpenduduk 54 juta orang itu.

"Wabah Covid-19 saat ini diprediksi memiliki konsekuensi yang menghancurkan bagi kesehatan penduduk dan ekonomi," kata tim itu dalam sebuah pernyataan.

Perlu diketahui bahwa saat ini di Myanmar, relawan medis dilaporkan 'mendatangi rumah ke rumah' untuk mengumpulkan jumlah korban yang meninggal, termasuk di Yangon, ibu kota negara itu.

"Setiap hari tim saya mengumpulkan antara 30 sampai 40 mayat, saya pikir tim lain akan sama seperti kami. Kadang-kadang, kami menemukan dua mayat dalam satu rumah," kata salah satu relawan, Than Than Soe.

Baca juga: 4 Negara Tetangga Indonesia yang Turut Alami Lonjakan Kasus Covid-19, dari Malaysia hingga Vietnam

Baca juga: Daftar Negara dengan Persentase Kasus Covid-19 Varian Delta Tertinggi di Dunia, Indonesia ke Berapa?

Sementara itu, sebagian besar rumah sakit di seluruh penjuru Myanmar dalam keadaan kosong, tidak ada dokter dan pasien di sana.

Ini karena pemogokan jangka panjang yang mereka lakukan terhadap para jenderal militer yang merebut kekuasaan pemerintahan sejak Februari lalu.

Kemarahan yang meluas pada kudeta dan ketakutan untuk bekerja sama dengan militer juga diduga membuat mayoritas masyarakat menjauhi rumah sakit yang dikelola oleh militer.

Dikutip dari laman Al Jazeera, Selasa (20/7/2021), fenomena ini tentunya membuat banyak warga yang sekarat kehabisan oksigen bahkan akhirnya meninggal di rumah.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved