Breaking News:

Idul Adha 1442 H

Tradisi Iring-iringan Hewan Kurban, Hadrat di Ama Iha Ulupalu-Maluku

Tradisi iringan hewan kurban oleh Negeri Iha Ulupalu ini selalu dilaksanakan setiap tahun dan turun temurun, tepat di hari besar Idul Adha.

Penulis: M Alghazali Putuhena | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Alghazali
MALUKU: Tradisi Hadrat di Dusun Ama Iha Ulupalu asal Saparua, yang penduduknya telah menempati tanah hibah di kawasan Liang, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah. 

TRIBUNAMBON.COM - Hadrat merupakan tradisi umat islam di seantero desa berpenduduk muslim pada tanah raja-raja Al-Mulk (Maluku).

Prosesi hadrat ini sering dilaksanakan umat Islam memperingati saar Hari Idul Adha.

Hadrat sering dilakukan sebagai bentuk sambutan atau pengantaran hewan kurban di Hari Raya Idul Adha.

Proses pengantaran hewan kurban dengan iringan hadrat ini sudah merupakan tradisi umat islam di desa-desa yang bermayoritas muslim di Maluku.

Salah satunya adalah dusun Ama Iha Ulupalu asal Saparua, yang penduduknya telah menempati tanah hibah di kawasan Liang, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah.

Tradisi iringan hewan kurban oleh Negeri Iha Ulupalu ini selalu dilaksanakan setiap tahun dan turun temurun, tepat di hari besar Idul Adha.

MALUKU: Pelaksanaan hadrat di dusun Ama Iha Ulupalu asal Saparua, yang penduduknya telah menempati tanah hibah di kawasan Liang, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah.
MALUKU: Pelaksanaan hadrat di dusun Ama Iha Ulupalu asal Saparua, yang penduduknya telah menempati tanah hibah di kawasan Liang, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah. (TribunAmbon.com/Alghazali)

Menurut penuturan salah seorang warga yang merupakan salah satu dosen sosiologi Unpatti, Rais R. Haulussy,

"Makna dari iringan hadrat kurban ini sebenarnya sebagai pembangkit spiritual seni budaya islam kepada masyarakat desa agar terus ber-regenerasi. Budaya hadrat ini sebenarnya diadopsi dari kawasan Timur Tengah tepatnya mengingat proses sambutan nabi Muhammad SAW ketika tiba di kota madinah" ucapnya saat diwawancarai TribunAmbon.com, Selasa (20/7/2021).

Nilai dari hadrat ini selain sebagai refleksi kebudayaan islam, sasarannya juga kepada anak muda agar mengenal kebudayaan lewat syair-syair Islam yang diharapkan dapat diingat dan diterapkan turun temurun, serta bisa menjadi penangkal budaya asing.

"Pada Idul Adha 2021 kali ini tidak seramai sebelumnya karena pandemi COVID-19 & masih PPKM, biasanya lebih ramai karena orang Iha Saparua yang di kota Ambon datang kesini turut ikut dan meramaikan" tutur Rais Haulussy, sebagai Pemerhati Sosial & Seni Budaya di Dusun Iha, Kecamatan Salahutu.

Hadrat di Desa Iha Saparua ini juga dikenal khas dengan gaya tarian dan pukulan rebananya yang berbeda dengan desa lainnya.

Salah satu pencapaian terbesar dari hadrat negeri Iha Saparua ini yakni dengan pernah menjuarai berbagai macam lomba dan festival yang diselenggarakan di Provinsi Maluku.

"Diantaranya pernah mendapatkan juara 1 tiga kali berturut-turut dari tahun 2009-2011 yang diselenggarakan di Kota Jawa" ujar Rais.

Sedangkan di Festival Budaya Islam Maluku Tahun 2018 Juara II, dan di tahun setelahnya Juara III.

Acara tersebut diselenggarakan oleh komunitas muslim AYMC di Masjid Al-fatah Ambon.

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved