Breaking News:

Ambon Hari Ini

Pasutri Penganiaya Anak Angkat di Kudamati - Ambon Hingga Tewas Ajukan Banding

Keduanya yakni, Edi Manusu sebagai ayah angkat korban dan Maria Kadir selaku ibu angkat korban.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Penasihat hukum, Mourits Latumeten 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Pasangan suami isteri penganiaya anak hingga tewas di Kawasan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon ajukan banding atas putusan hakim.

Keduanya yakni, Edi Manusu sebagai ayah angkat korban dan Maria Kadir selaku ibu angkat korban.

Lewat penasihat hukum, Mourits Latumeten mengatakan keduanya tidak menerima putusan hakim, lantaran kedua terdakwa menilai putusan hakim jauh dari fakta yang terjadi.

“Iya, keduanya mengajukan banding. Kalau yang ayah angkat ajukan banding saat sidang, sedangkan ibunya minggu lalu ajukan,” kata Latumeten saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Senin (19/7/2021) siang.

“Banding karena menurut kami, putusan hakim jauh dari keadilan dan kepastian hukum dari fakta. Karena hakim simpulkan saja. Menurut kita ada keterangan saksi yang tidak sesuai,” imbuhnya.

Latumeten menduga korban meninggal lantaran dipukul oleh ayah kandungnya saat dibawa pulang ke kampung halaman di Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Meski dalam persidang ditunjukan video terdakwa, dimana Maria mengakui memukul korban saat mereka berada di rumah.

Baca juga: Kasrul Selang Diganti, Orno; Saya Ingin Birokrasi Tidak Monoton

Baca juga: Diguyur Hujan, Aksi Demo Menolak PPKM di Ambon Terus Berlanjut

“Meri itu mengakui pukul satu kali karena korban tidak mau makan. Kemungkinan dugaan besar anak ini dipukul bapak kandung,” lanjutnya.

Latumeten juga mengharapkan saksi pelapor yakni ayah kandung korban dihadirkan dalam persidangan.

“Harusnya dihadirkan pelapor, Jaksa bilang sudah dipanggil tapi kami tanya dia bilang belum dipanggil,” paparnya.

Sebelumnya, Majelis Hakim memutuskan terdakwa Edi divonis 10 tahun, sedangkan terdakwa Maria lebih tinggi selama 12 tahun penjara.

Keduanya juga divonis membayar denda masing-masing sebanyak Rp 1 Miliar subside enam bulan kurungan.

Diketahui, perbuatan itu dilakukan bersama sang suami, Edi Manusu (berkas terpisah) selama korban dirawat di Kudamati 2020 lalu.

Korban sendiri mulai dirawat kedua terdakwa sejak 2018.

Kekerasan terhadap korban dilakukan hingga korban dinyatakan meninggal dunia di kampung Halamannya di Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved