Breaking News:

Kuti Kata Maluku

Kuti Kata; Jang Bilang Sapa-Sapa e

Bukan bermaksud "sambunyi-sambunyi" (=menyembunyikan), tetapi "jang unju dada"

Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Pdt. Elifas Tomix Maspaitella
Anak Lelaki 

AMBON,TRIBUNAMBON.COM - "Jang bilang sapa-sapa e" (=jangan katakan kepada siapa pun ya).

Ini sering menjadi semacam permintaan atau pengingatan supaya "tado-tado sa, jang orang tau" (=diam-diam saja, jangan ada yang tau).

Bukan bermaksud "sambunyi-sambunyi" (=menyembunyikan), tetapi "jang unju dada" (=jangan sombong), "unju mangarti kata jago" (=sombong seakan hebat/jago).

Banyak orang "ada baru biking hal kacil sa carita satu dunya tau" (=ada baru melakukan suatu hal kecil, menceritakannya agar diketahui seisi dunia).

Hal itu sebenarnya baik, tetapi jika "cuma par unju mangarti" (=hanya demi kesombongan), maka "tar guna" (=tidak ada gunanya).

Sebab dalam banyak hal "stori basar sa mar tar tau angka syukur" (=hanya berbicara tanpa pernah bersyukur). Lalu yang lucunya ialah "carita akang barang satu tuh di sagala tampa par sagala waktu, su tar ada laeng lai" (=menceritakan satu hal itu saja di setiap tempat pada setiap waktu, tidak ada hal lain lagi).

Baca juga: Kuti Kata; Su Dapa Pake

Baca juga: Kuti Kata; Sungguh E

Jadi "konci rekeng, su tar berbuat apapa lai, la tinggal deng barang satu tu sa" (=artinya, tidak ada lagi yang dilakukan, lalu tetap mengulangi satu hal itu saja).

Ada orang lain yang "seng suka pukul dada" (=tidak suka sombong).

Mereka sudah "biking sagala rupa macam" (=sudah melakukan berbagai hal), dan lebih lagi "akang bawa untung par orang satambong" (=apa yang dilakukan itu membawa keuntungan bagi banyak orang), "mar dong tado-tado sa" (=tetapi mereka diam-diam saja/tidak menyombongkan diri) malah meminta "jang bilang sapa-sapa" (=jangan katakan kepada siapa pun).

Jika mereka "tulung sudara" (=menolong saudara yang susah), "dong kas' inga, jang bilang sapa-sapa e, kata beta kasih" (=mereka mengingatkan, jangan katakan kepada siapa pun, saya yang memberi), "pake sa, tado-tado sa" (=pakailah, pemberian tersebut, diam-diam saja).

Adakalanya orang yang "su dapa tulung tuh bale tanya: "mo kalu dong tanya ini sapa kasih", la beta musti manyao apa?" (=bila orang yang telah ditolong itu bertanya: "tetapi jika mereka bertanya siapa yang memberikannya", apa yang harus saya katakan?), tetap jawabannya "sudah, bilang sa Antua Basar yang kasih" (=sudahlah, katakan saja Tuhan yang memberikannya).

Intinya ada dua, yaitu:
Satu: "kalu su biking apapa tuh, tado-tado sa" (=jika telah melakukan sesuatu, diam-diam saja) lalu "biking tarus, orang seng perlu tau" (=lakukanlah terus, tidak perlu orang lain tahu).

"Ini akang pung maksud supaya jang cuma stori mar tar bisa biking babae satu" (=ini maksudnya supaya jangan hanya berbicara tanpa bisa melakukan hal baik satu pun).

Yang penting "akang su guna par orang banya, tado-tado sa" (=sudah berfaedah bagi orang banyak, diam-diam saja).

Dua: "lebe bae angka syukur daripada makang puji" (=lebih baik bersyukur, dari pada cari pujian).

Hal itu pun berlaku bagi orang yang mengalami kebaikan itu, "musti angka syukur sa, tagal Antua ada utus orang par tulung katong pung susah" (=bersyukurlah karena Tuhan juga mengutus orang lain menolong kesusahan kita).

Jadi "kalu mau carita, carita Antua pung bae sa" (=jika hendak diceritakan, ceritakanlah tentang kebaikan Tuhan), "tagal katong manusia nih musti biking hal-hal bae la laeng musti tulung laeng" (=karena kita manusia harus melakukan hal yang baik dan saling menolong).

#Elifas Tomix Maspaitella

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved