Breaking News:

PPKM Darurat

PPKM Darurat Tengah Dievaluasi, 2 Indikator Disebut Jadi Alasan Diperpanjang

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tengah dalam tahap evaluasi untuk menentukan perlu diperpanjang.

Editor: Adjeng Hatalea
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tengah dalam tahap evaluasi untuk menentukan perlu diperpanjang.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, ada dua indikator dalam evaluasi tersebut.

Data kasus Covid-19 disebut menjadi salah satu indikator perpanjangan PPKM Darurat itu.

"Ada dua indikator yang digunakan untuk mengevaluasi periode transisi di mana beberapa relaksasi bisa dilakukan jika penambahan kasus konfirmasi dan bed occupancy rate trennya semakin baik," kata Luhut yang juga Koordinator PPKM Darurat Jawa Bali saat konferensi pers virtual, Sabtu (17/7/2021).

Menurut Luhut, dalam dua hari belakangan, dua indikator itu menunjukkan tren positif. Jika kasus Covid-19 dan BOR terus menurun, bukan tidak mungkin bakal dilakukan relaksasi.

"Dan kebetulan dua hari terakhir ini kita lihat membaik, dan kita juga akan lihat periode 14 sampai 21 hari itu kita sudah memasuki dalam periode itu Maka kami akan mulai masuki fase relaksasi selanjutnya," tambahnya.

Luhut menuturkan, hasil evaluasi akan dilaporkan ke Presiden Joko Widodo.

"Saya kira dalam dua, tiga hari ke depan kita juga akan mengumumkan secara resmi," lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan PPKM darurat sebelumnya telah dilakukan di Jawa dan Bali sejak 3 Juli 2021.

Hingga 17 Juli 2021, PPKM darurat telah berjalan selama 15 hari.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved