Breaking News:

Global

Media Asing Sebut Indonesia Jadi Episentrum Covid-19 Dunia

Media asal Amerika Serikat (AS), The New York Times, pada Sabtu (17/7/2021) menyatakan bahwa Indonesia menjadi episentrum baru Covid-19 di dunia.

Editor: Adjeng Hatalea
Humas Provinsi Maluku
Prosesi pemakaman jenazah DS (61) di TPU Hunuth, Desa Hunuth, Teluk Ambon, Kota Ambon, Selasa (6/7/2021) pukul 22.27 WIT. 

TRIBUNAMBON.COM - Media asal Amerika Serikat (AS), The New York Times, pada Sabtu (17/7/2021) menyatakan bahwa Indonesia menjadi episentrum baru Covid-19 di dunia.

Selama dua hari berturut-turut, jumlah kasus Covid-19 harian di Indonesia melampaui India dan Brasil dengan lebih dari 50.000 kasus dalam sehari.

The New York Times melaporkan, lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia merupakan bagian dari gelombang baru virus corona yang menyapu seluruh Asia Tenggara.

Negara-negara di Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia, Myanmar, dan Thailand juga menghadapi lonjakan kasus sehingga memberlakukan pembatasan yang lebih ketat.

Baca juga: BPOM Terbitkan Ijin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Jenis Pfizer

Di Indonesia, kasus dan kematian akibat Covid-19 meroket tajam dalam sebulan terakhir karena varian Delta yang sangat menular.

Di India, di mana varian Delta pertama kali diidentifikasi, kasus Covid-19 harian sempat mencapai lebih dari 414.000 kasus pada Mei.

Tetapi sejak saat itu, kasus virus corona di “Negeri Anak Benua” turun bertahap hingga menjadi sekitar 40.000-an kasus untuk saat ini.

Di beberapa daerah, lonjakan kasus Covid-19 membuat fasilitas layanan kesehatan melampaui batasnya.

Beberapa rumah sakit mau tak mau mengambil langkah darurat untuk menambah kapasitasnya seperti dengan cara membuka tenda darurat. Pada Kamis (15/7/2021), kasus baru Covid-19 bertambah sebanyak 56.757.

Angka itu merupakan yang tertinggi sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan pada 2 Maret 2020. Dan pada Sabtu (17/7/2021) pukul 12.00 WIB, ada penambahan 51.952 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Tetapi, beberapa pakar kesehatan mengatakan angka-angka itu sebenarnya kurang bisa menggambarkan situasi Covid-19 yang sebenarnya di Indonesia karena terbatasnya pengetesan. Ahli epidemiologi di Griffith University di Australia Dicky Budiman memperkirakan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia sebenarnya tiga hingga enam kali lebih tinggi daripada yang dilaporkan.

Lebih dari setahun lalu, Dicky bahkan sudah memperkirakan bahwa Indonesia akan menjadi episentrum Covid-19 di dunia karena populasinya yang padat dan sistem perawatan kesehatan yang lemah.

Dia mendesak pemerintah untuk lebih banyak melakukan pengujian, pelacakan kontak, dan isolasi terhadap individu yang terinfeksi.

Seperti India

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved