Breaking News:

Nasional

Kebutuhan Meningkat, Menko PMK Minta Seluruh Pihak Tak Manfaatkan Kelangkaan Oksigen

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi mengingatkan seluruh pihak untuk tidak mengambil untung ter

Editor: Adjeng Hatalea
(Humas Kemenko PMK)
Menko PMK Muhadjir Effendy di acara Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Antara Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (31/3/2021). 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi mengingatkan seluruh pihak untuk tidak mengambil untung terkait persoalan oksigen.

Oksigen saat ini sangat dibutuhkan pasien Covid-19 bergejala berat, namun ketersediaannya justru menjadi langka.

Menurut Muhadjir, dalam kondisi seperti itu, gotong-royong dan semangat saling membantu dari masyarakat sangat dibutuhkan.

"Yang harus kita ingatkan, jangan ada yang memanfaatkan, mengambil untung dengan oksigen ini. Apalagi sampai menumpuk, sengaja jual mahal karena dia tahu banyak yang butuh," kata Muhadjir dikutip dari siaran pers, Minggu (18/7/2021).

Oleh karena itu, Muhadjir pun mengingatkan agar para pelaku penyedia oksigen tidak memanfaatkan keadaan ketika oksigen sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa seseorang.

Baca juga: Update Corona 18 Juli: Sebaran Kasus Covid-19 di Tanah Air Capai 1.832.755, Ada Penambahan 51.951

Mulai dari industri hingga pengecer, dia memohon agar tidak memanfaatkan keadaan tersebut.

Termasuk masyarakat yang sudah menggunakannya pun agar tidak menyimpan tabung kosong di rumahnya dan segera dikembalikan.

Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, justru perlu ada gerakan sedekah oksigen untuk dapat saling membantu.

Baca juga: Fraksi Gerindra Minta Pemerintah Beri Bantuan agar Masyarakat Taat PPKM

"Terutama mereka yang terkena Covid-19 dan sangat membutuhkan oksigen," kata dia. Terkait ketersediaan oksigen, Muhadjir menjelaskan, saat ini Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga telah menginstruksikan perusahaan BUMN yang memiliki produksi oksigen untuk perusahaan agar dialihkan ke bidang kesehatan.

Di samping itu, kata dia, pemerintah juga terus membenahi masalah oksigen mulai dari menaikan kapasitas produksi di instalasi produksi oksigen hingga mengimpor.

(Kompas.com / Deti Mega Purnamasari / Krisiandi)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved