Breaking News:

Nasional

Jokowi Ingatkan Menkes Segera Habiskan Sisa Vaksin yang Masih Tersimpan

Presiden Joko Widodo perintahkan untuk segera menghabiskan stok vaksin Covid-19 yang masih banyak tersimpan di daerah. 

Editor: Adjeng Hatalea
YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo, saat memberikan sambutan pada acara silaturahmi bersama keluarga awak kapal KRI Nanggala 402 di Hanggar Lanudal Juanda, Sidoarjo, pada Kamis (29/4/2021). 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Presiden Joko Widodo perintahkan untuk segera menghabiskan stok vaksin Covid-19 yang masih banyak tersimpan di daerah. 

Instrusi itu dia sampaikan kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingat jumlah vaksin yang belum terpakai dari total yang diterima Indonesia masih tersebar di daerah.

"Pertama langsung saja saya akan menuju ke vaksinasi. Program vaksinasi. Tolong dilihat betul angka-angkanya. Karena yang saya lihat, data yang masuk baik itu berupa itu vaksin jadi maupun bulk itu yang sudah masuk ke negara kita sudah 137 juta (dosis). Sementara yang sudah disuntikkan dalam vaksinasi kurang lebih 54 juta," ujar Jokowi saat memberikan pengantar ratas evaluasi PPKM darurat pada 16 Juli 2021 yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7/2021).

"Artinya stok yang ada baik mungkin di Bio Farma maupun di Kementerian Kesehatan atau mungkin di provinsi, di kabupaten, di kota, di RS, di puskesmas, terlalu besar," lanjutnya.

Sehingga dirinya meminta Menteri Kesehatan agar menyampaikan hingga organisasi terbawah agar tidak ada stok untuk vaksin. Jokowi menekankan agar vaksin yang telah dikirim segera disuntikkan kepada masyarakat.

"Artinya dikirim langsung habiskan. Kirim habiskan, kirim habiskan. Karena kita ingin mengejar vaksinasi ini secepat-cepatnya," tegasnya.

Kepala negara mengungkapkan, dalam dua-tiga hari terakhir pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bisa mencapai 2,3 juta.

Sehingga dirinya yakin percepatan vaksinasi bisa mendorong tercapainya capaian vaksinasi Covid-19 sebanyak 5 juta perhari.

"Sekali lagi tidak usah ada stok. Stoknya itu yang ada hanya di Bio Farma. Yang lain-lain cepat habiskan, cepat habiskan. Sehingga ada kecepatan," tutur Jokowi.

"Karena salah satu kunci kita menyelesaikan masalah ini adalah kecepatan vaksinasi. Ini sesuai yang juga disampaikan oleh Dirjen WHO," tambahnya.

Sementara itu, pemerintah melaporkan, hingga 17 Juli 2021, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis kedua mencapai 16.217.855 orang atau 7,79 persen.

Sementara jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama yakni sebanyak 41.268.627 orang atau 19,82 persen.

Adapun masyarakat yang divaksin yakni dari kalangan tenaga kesehatan, petugas publik, lansia, masyarakat rentan, masyarakat umum dan anak usia 12-17 tahun.

Data ini disampaikan Kemenkes melalui laman www.kemkes.go.id yang dikutip Kompas.com, Sabtu.

(Kompas.ccom / Dian Erika Nugraheny / Krisiandi)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved