Breaking News:

Euro 2020

Sepekan Usai Euro, Jersey Italia Jadi Mahal hingga Omset Pedagang di Ambon Menurun

Kemenangan atas Inggris pada final Euro 2020 di Wembley Stadium, membuat Italy menjadi kampiun sekaligus tanda berakhirnya gelaran Euro 2020.

Penulis: Ode Dedy Lion Aziz | Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/ Dedy Azis
Jersey yang dijual Eros, di Jl. Sultan Hasanuddin, Sirimau, Ambon. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kemenangan atas Inggris pada final Euro 2020 di Wembley Stadium, membuat Italy menjadi kampiun sekaligus tanda berakhirnya gelaran Euro 2020.

Hal tersebut membuat euforia Euro 2020 di Kota Ambon kian meredup. Termasuk, kios penjual baju jersey sepak bola mengalami penurunan omset per harinya.

Baca juga: Hasil Euro 2020 - Italia Jadi Juara Lewat Drama Penalti

"Sudah berapa hari ini sepi, tapi tiap hari tetap ada yang terjual minimal satu potongan," ujar salah satu pedagang, Eros kepada TribunAmbon.com, Sabtu (17/7/2021) siang.

Menurutnya, selain karena pagelaran Ero 2020 telah berakhir, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Ambon juga mempengaruhi bidang usahanya.

"Pengaruh PPKM, Jadi banyak yang dirumah saja, dan musim hujan, membuat lapangan becek apalagi lapangan futsal juga masih tutup, jadi jarang orang beli Jersey," kata dia.

Baca juga: Melalui Trofi Juara Euro 2020, Italia Ingin Obati Kenangan Pahit tentang Covid-19

Melihat hal itu, Eros membanting harga jersey yang dijualnya dari harga yang dipatok pada gelaran Euro pekan lalu.

Untuk Jersey habis musim 2020-2021 sedang ada harga promo yakni, Rp. 125 ribu.

Sedangkan jersey negara peserta Euro, harga kembali normal pada kisaran Rp. 150 ribu, dari harga Euro yakni Rp. 175 ribu.

Namun tidak dengan Jersey Italia yang menjadi kampiun yakni Rp. 250 ribu.

Sementara itu, jersey musim baru 2021-2022 sudah tersedia dengan harga Rp. 175 ribu per potongannya. 

Namun Eros tetap bersyukur dengan omset penjualannya setiap hari sembari menunggu liga Eropa yang akan bergulir di Agustus nanti.

"Tidak menurun drastis, karena sepak bola Eropa sedang rehat sampai Agustus.
Ada juga yang minat jersey habis musim, Euro, dan musim baru tapi tidak sebanyak waktu Euro. Tapi rejeki itu pasti ada saja," tandasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved