Breaking News:

PPKM di Buru

Pelaku Perjalanan Lewat Pelabuhan Fery Namlea-Buru Wajib Menyertakan Persyaratan Ini

Pelaku perjalanan yang hendak menuju ke Kota Ambon melalui pintu pelabuhan pun harus menyertakan sejumlah persyaratan.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Pelabuhan Penyeberangan Fery Namlea tampak sunyi setelah PPKM, Sabtu (17/7/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM – Pelabuhan Penyebrangan Fery Namlea memperketat pengamanan setelah penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Namlea, Kabupaten Buru.

Pelaku perjalanan yang hendak menuju ke Kota Ambon melalui pintu pelabuhan pun harus menyertakan sejumlah persyaratan.

Yakni, surat keterangan hasil negatif Rapid Antigen serta kartu bukti vaksinasi.

Hal itu diungkapkan Kepala Kesehatan Pelabuhan (Kespel) Penyeberangan Fery Namlea-Ambon, Isak Tasane menyikapi kondisi terbaru upaya melawan penyebaran Covid-19 di kabupaten berjuluk Bupolo itu.

Menurutnya, persyaratan itu diharuskan untuk mendukung upaya pemerintah yang kini telah menerapkan PPKM mikro.

"Sebelum PPKM, diwajibkan penumpang memiliki surat rapid tes antigen hasil negatif,  sesuai dengan SE 14 sampai dengan tanggal 20 Juli 2021, untuk kapal laut berlakukan surat keterangan vaksin tahap satu dan rapid tes antigen, yang berlaku 1x24 jam," kata Tasane kepada TribunAmbon.com, saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (17/7/2021) sore.

Meski kedua persyaratan itu menjadi keharusan, namun pihaknya sedikit memberikan keringan terkhusus bagi pelaku perjalanan yang belum memiliki bukti vaksinasi.

Baca juga: Kasus Covid-19 Maluku Tengah Tembus 247 Kasus, Kota Masohi Terbanyak

Baca juga: Imbas PPKM di Ambon, Penumpang Kapal Cepat di Tulehu Turun 70%, Rerata Cuma 20 Orang

Yakni bisa digantikan dengan surat keterangan kesehatan dari fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang direkomendasikan Dinas Kesehatan Buru.

Hal itu dilakukan menyusul pelaksanaan vaksinasi yang belum optimal lantaran pemerintah kekurangan pasokan vaksin.

"Karena stok vaksin terbatas, prinsipnya saya tidak mau menghambat aktifitas masyarakat, intinya ada punya surat keterangan rapid antigen, sekalipun tidak ada surat keterangan vaksin, tetap diizinkan untuk melakukan perjalanan," katanya.

Serupa dengan itu, Pegawai Kespel Firdaus Duwila menambahkan meski ada keringanan, namun diharapkan agar pelaku perjalanan harus mengupayakan agar membawa bukti vaksinasi.

"Ketika penumpang tidak ada surat keterang vaksin, harus ada surat keterangan dari Pasyankes, dengan alasan tidak bisa divaksin karena ada penyakit tertentu, dan keterangan tidak ada stok vaksin," tandasnya.

Pantauan TribunAmbon.com di Pelabuhan Penyeberangan Namlea-Ambon, Sabtu (17/72021) sore, personil gabungan TNI Polri yang tergabung dalam tim Gugus Covid-19 Kabupaten Buru memperketat pemeriksaan ketika PPKM Mikro diberlakukan. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved