Breaking News:

Ambon Hari Ini

Posting Foto DPO Wali Kota Ambon, Mahasiswa ini Dipolisikan

Lantaran postingan pada akun FB miliknya yang diduga berisi ujaran kebencian (hate speech) kepada Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
sumber; Humas Pemkot Ambon
Postingan pada akun FB milik VM yang diduga sebagai ujaran kebencian (hate speech) kepada Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Seorang oknum mahasiswa Fakultas Hukum dari salah satu universitas negeri ternama di Kota Ambon, berinisial VM harus berurusan dengan pihak berwajib.

Lantaran postingan pada akun FB miliknya yang diduga berisi ujaran kebencian (hate speech) kepada Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

Dalam postingan itu, dimuat foto Walikota yang mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) dengan dibubuhi cap “Wanted” (Dicari).

Tulisan lainnya, yakni “Dicari Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, SH usia 66 Tahun, Note : Barangsiapa Menemukan Beliau Harap Hubungi Masyarakat”

“Atas perbuatan VM maka Walikota Ambon telah memberikan surat kuasa ke Bagian Hukum untuk laporan pengaduan ke Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease. Dimana saat ini sedang ditindaklanjuti proses penyelidikan terhadap VM selaku pemilik akun,” kata, Plt. Kepala Bagian (Kabag) Hukum Sekretariat Kota Ambon, Lexy Manuputty, dirilis Pemkot Ambon, Jumat (16/7/2021).

Diakui Manuputty, sebelum ke Mapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, VM telah ke balai kota untuk memberikan klarifikasi terkait postingan tersebut.

Baca juga: Dipukul Mundur Aparat, Massa Demo Tolak PPKM di Ambon Amankan Diri di Gong Perdamaian

Baca juga: Antisipasi Ambil Paksa Jenazah Terulang, Rumkit Latumeten Ambon Akan Libatkan Polri untuk Penjagaan

Dia kemudian bertemu langsung dengan Manuputty, Kadis Perindag, John Slarmanat serta Kasat Pol PP, Josias Lopies.

Dalam pertemuan tersebut VN mengakui perbuatannya, memposting gambar Walikota Ambon pada akun FB.

“Setelah klarifikasi, yang bersangkutan langsung dibawa menuju ke Polresta untuk proses penyelidikan atau pengambilan BAP,” ujarnya.

Menurut Manuputty, karena diduga melakukan ujaran kebencian kepada Walikota Ambon, VM disangkakan pasal 45A angka 2 Undang–undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Hingga berita ini diturunkan, diketahui proses penyelidikan terhadap VM masih berjalan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved