Breaking News:

Ambil Paksa Jenazah Covid 19

Antisipasi Ambil Paksa Jenazah Terulang, Rumkit Latumeten Ambon Akan Libatkan Polri untuk Penjagaan

hal ini dilakukan karena tidak semua pegawainya berlatar belakang tentara pengamanan.

Penulis: Muh Ridwan H Tuasamu | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Ridwan
AMBON: Wakil Kepala Rumah Sakit TK II dr. Latumeten Ambon, dr. Rudy, Jum'at (16/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Antisipasi terulangnya kejadian ambil paksa jenazah Covid-19, manajemen Rumah Sakit (Rumkit) Tk II dr. J. A Latumeten Ambon akan libatkan TNI dan Polri untuk pengamanan area rumah sakit.

Hal itu ditegaskan Wakil Kepala Rumkit, dr. Rudy menanggapi aksi ambil paksa jenazah Covid-19, Kamis (15/7/2021) pagi.

Menurutnya, hal ini dilakukan karena tidak semua pegawainya berlatar belakang tentara pengamanan.

Selain itu, tenaga kesehatan yang bertugas di ruang isolasi juga tidak cukup banyak.

Sedangkan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ada sekitar lebih dari 50 orang.

"Memang RS tentara, tapi petugasnya banyak bukan tentara," kata dr. Rudy kepada TribunAmbon.com, Jum'at (16/7/2022) siang.

Baca juga: Demo Tolak PPKM di Ambon Ricuh, Kemacetan Panjang Tidak Terhindarkan di Kawasan Pos Kota

Baca juga: Rumkit dr Latumeten Ambon Pastikan Jenazah yang Diambil Paksa Keluarga Kemarin Positif Covid-19

Lanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menjaga keamanan.

Termasuk aparat TNI dari Korem ataupun Kodim setempat jika dibutuhkan.

"Waktu kejadian cuma ada beberapa perawat dan 3 petugas piket," ungkapnya

Dia menilai, petugas satgas Covid-19 tidak efektif, pasalnya mereka juga harus mengunjungi sejumlah rumah sakit lainnya yang menjadi rujukan Covid-19 di Kota Ambon.

dr. Rudi pun sangat menyesalkan kejadian ambil paksa jenazah tersebut karena justru dapat menularkan virus Covid-19 ke kerabat terdekat dan menambah jumlah terkonfirmasi positif.

"Kita berharap kejadian tersebut tidak terulang," cetusnya.

Diketahui, sekelompok orang mendatangi ruang isolasi Rumah Sakit (RS) Tk II dr.J.A Latumeten untuk mengambil paksa jenazah yang diduga terpapar Covid-19.

Saat kejadian, sekelompok orang tersebut dengan leluasa memasuki ruang isolasi lantaran kurangnya petugas penjagaan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved