Breaking News:

Cuaca Ekstrem Maluku

Sawah Terendam Banjir, Petani di Desa Air Mendidih - Kabupaten Buru Butuh Bantuan

Korban banjir akibat tingginya curah hujan di Desa Air Mendidih, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru mengaku belum dapat bantuan dari pemerintah setempat

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Sejumlah rumah warga terendam banjir, beberapa warga hanya diam dan tidak bisa beraktifitas. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Korban banjir akibat tingginya curah hujan di Desa Air Mendidih, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru mengaku belum dapat bantuan dari pemerintah setempat.

"Belum dapat bantuan apa-apa untuk warga dari Pemkab," ujar Safari kepada TribunAmbon.com saat diwawancarai, Kamis (15/7/2021) saat ditemui wartawan.

Dia menyebut, mereka bukan hanya menanti bantuan makanan, obat, dan pakaian.

Pemerintah juga diharapkan membantu para petani yang areal sawahnya terendam banjir.

"Kami belum dapat bantuan dari pemerintah, semoga tanggul bisa dikerjakan," kata Safari .

Baca juga: 50 Rumah Terendam Banjir, Polres Pulau Buru Bakal Bangun Dapur Umum Bagi Warga Terdampak

Baca juga: Info BMKG: Peringatan Dini Kamis 15 Juli 2021, Waspada Cuaca Ekstrem di 20 Wilayah Termasuk Maluku

Menurut dia, luapan air dari sungai cepat sampai ke pemukiman warga lantaran tidak ada tanggul penahan.

"Wilayah ini sudah terendam selama tiga hari, diakibatkan tak ada tanggul penahan air, karena belum selesai pengerjaan,"jelasnya.

Katanya, sampai saat ini air belum juga surut dan masih terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Akibatnya warga yang sebagian besar petani belum dapat beraktifitas.

"Bagaimana mau kerja, lahan semua terendam," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved