Breaking News:

Ambon Hari Ini

MUI Maluku Himbau Tokoh Agama Ikut Mensosialisasikan Kebijakan Peniadaan Salat Idul Adha

Dia menilai, kebijakan peniadaan Sholat Ied di seluruh wilayah kabupaten maupun kota perlu dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi

TribunAmbon.com/ Ridwan Tuasamu
MUI Maluku bersama kemenag Maluku saat jumpa pers, Kamis (15/7/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku menghimbau seluruh tokoh agama ikut mensosialisasikan kebijakan peniadaan Salat Idul Adha 1442 Hijriah.

Demikian diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku, Abdullah Latuapo. Menurutnya, animo pelaksanaan Salat Ied di Maluku sangat tinggi, sehingga perlu pendekatan yang lebih persuasif agar masyarakat memahami kebijakan tersebut.

"Hal ini harus segera disosialisasikan kepada masyarakat," kata Latuapo saat konferensi pers di Kantor Kemenag Maluku, Kamis (15/7/2021) pagi.

Dia menilai, kebijakan peniadaan Sholat Ied di seluruh wilayah kabupaten maupun kota perlu dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi di Ambon dan daerah lainnya di Maluku sangat berbeda.

Dia pun mengkhawatirkan kebijakan tersebut dapat memicu kebencian terhadap tokoh agama.

Baca juga: Agar Tak Salah Kaprah, Jubir Satgas Covid-19 Ambon Jelaskan Perbedaan PPKM Mikro dan Darurat

Baca juga: 95 Tenaga Kesehatan di Kota Ambon Positif Covid-19

"Peniadaan secara keseluruhan akan sangat berbahaya," ujar Latuapo.

Diketahui, dalam surat edaran nomor 27 tahun 2021 yang dikeluarkan Kementrian Agama, disebutkan pelaksanaan Salat Idul Adha tahun ini ditiadakan di daerah yang diterapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Di Kota Ambon sendiri, PPKM telah diberlakukan sejak Kamis (8/7/2021) hingga Kamis (22/7/2021) pekan mendatang. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved