Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Berkas Tiga Tersangka Kasus Korupsi Taman Kota Kepulauan Tanimbar Dilimpahkan ke Pengadilan Ambon

Berkas perkara dugaan korupsi taman kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Provinsi Maluku tahun anggaran 2017 telah dilimpahkan.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Salama Picalouhata
Tanita Pattiasina
Pelimpahan berkas tiga tersangka kasus dugaan korupsi taman kota dan pelataran parkir KKT, Provinsi Maluku di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (13/7/2021) siang 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Berkas perkara dugaan korupsi taman kota dan pelataran parkir Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Provinsi Maluku telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Ambon.

Kasi Penuntutan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Achmad Attamimi mengatakan hanya berkas tiga tersangka yang dilimpahkan.

Yakni, Mantan Kepala Dinas PUPR KKT Adrianus sihasale, Wilelma Fenanlambir, dan Frans Yulianus Pelamonia.

"Jadi hari ini kami melimpahkan berkas tiga tersangka kasus tindak pidana korupsi taman kota. Karena baru mereka bertiga yang ditahan," kata Atamimi di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (13/7/2021) siang.

Lanjutnya, penyerahan bukti juga dilampirkan dalam berkas tersebut.

Baca juga: 3 dari 4 Tersangka Kasus Korupsi Taman Kota Sudah Ditahan, Termasuk Mantan Kadis PUPR KKT - Maluku

Baca juga: Usai Diperiksa, Mantan Kadis PUPR KKT - Maluku Adrianus Sihasale Langsung Ditahan

Yakni, daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) terkait proyek itu, dan bukti proses pencairan dana.

"kalau bukti-bukti ada beberapa bukti diantaranya terkait dengan dipa dari Maluku Tenggara Barat terkait dengan proyek atau pekerjaan taman kota kemudian ada bukti diantaranya juga terkait dengan proses-proses pencairan yang kesemuanya telah kami serahkan ke panitra pn tipikor ambon," lanjut Attamimi.

Atamimi menambahkan, usai pelimpahan berkas tahap selanjutnya yakni menunggu penetapan jadwal sidang dan majelis hakim yang akan menyidangkan perkara tersebut.

"Jadi setelah dilimpahkan perkara ini selanjutnya kami dari pihak penuntut umum akan menunggu penetapan jadwal sidang dan penetapan majelis hakim yang akan menyidangkan perkara ini," ujarnya.

Sebelumnya, ketiga pelaku dalam perkara itu telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Kamis (27/5/2021) lalu bersama dengan Kontraktor Pelaksana PT. Inti Artha Nusantara, Hartanto Hutomo.

Namun, hingga kini Hartanto belum diperiksa lantaran terhalang kondisi kesehatan.

Sementara itu, Frans Pelamonia dan Wilelma Fenanlambir telah ditahan sejak Senin (28/6/2021) di Rutan dan Lapas Perempuan Ambon.

Adrianus Sihasale ditahan selama 20 hari di Rutan Ambon sejak Senin (5/7/2021) lalu. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved