Breaking News:

Maluku Terkini

Soal Amukan Warga Watludan-Maluku Tengah, Kapolres Minta Satgas Covid-19 Perbaiki Cara Penanganan

Menurut Umasugi, peran dan tugas Satgas Covid-19 dalam menangani pasien setelah dinyatakan meninggal duni

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbom.com/Lukman
MALUKU: Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rosita Umasugi saat rapat terbatas bersama Tim Satgas Penanganan Covid-19 di Masohi, Jumat (9/7/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM – Kapolres Maluku Tengah AKBP Rositah Umasugi meminta Ketua Satgas Penanganan Covid-19 di daerah itu, Tuasikal Abua untuk mengatur kembali penanganan pasien dan atau jenazah korban Covid-19.

Menurut Umasugi, peran dan tugas Satgas Covid-19 dalam menangani pasien setelah dinyatakan meninggal dunia akibat virus corona perlu ditunjukan agar menghindari amukan warga.

Seperti yang terjadi, Kamis (8/7/2021) di mana warga Desa Watludan, Kecamatan Teon Nila Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah memblokade jalan utama penghubung tiga kabupaten di Pulau Seram itu.

“Jadi mungkin kesempatan ini, saya minta dari Pak Bupati selaku ketua gugus tugas Kabupaten Maluku tengah kita duduk bersama di sini tolong diatur bagaimana mekanisme penanganan pasien pasca meninggal,” tegas Umasugi Kapolres rapat terbatas bersama Satgas Penanganan Covid-19 Maluku Tengah di Masohi. Jumat (9/7/2021).

Dia mempertanyakan pertanggung jawaban Satgas terkait amukan warga Watludan.

Baca juga: Warga Watludan-Maluku Tengah Blokade Jalan Utama Selama 5 Jam, Ini Alasannya

Mereka tidak puas lantaran saat pengantaran jenazah terpapapar Covid-19 tidak disertai bukti jika pasien atau jenazah tersebut terbukti terinfeksi virus corona.

“Walaupun bapak tadi sampaikan sudah disiapkan tempat pemakaman di tempat lain tapi proses yang terjadi kemarin tidak ada satupun petugas gugus tugas yang bisa menyatakan bahwa saya yang bertanggung jawab bagaimana mekanismenya. tidak ada di tempat,” sebut Umasugi.

“Kemudian terkait dengan informasi penanganan pasien covid mereka tidak percaya bahwa pasien tersebut meninggal karena Covid karena pada saat melakukan penyerahan jenazah kepada keluarga pada saat pemakaman tidak ada yang bisa di klarifikasi dari petugas,”terangnya.

Untuk itu pada kesempatan rapat tersebut Umasugi langsung meminta Bupati Maluku Tengah yang juga sebagai Ketua Satgas, Tuasikal Abua untuk serius membahas masalah tersebut, agar ke depannya mekanisme-mekanisme seperti apa yang harus dilakukan sehingga tidak terjadi lagi kasus-kasus seperti itu.

“Sebab masalah terserbut akhirnya membuat pihak TNI-Polri sendiri yang harus bersusah payah, berusaha keras meredam amukan warga. Sebab apa yang dilakukan warga Watludan saat itu bisa merugikan banyak orang jika aksi pemalangan berlangsung lama.

Diketahui bahwa sempat terjadi aksi blokade jalan selama kurang lebih lima jam di kawasan ruas jalan utama yang menghubungkan tiga kabupaten di Pulau Seram itu.

Ruas jalan dipalang menggunakan sebatang pohon dan beton yang dicor menggunakan batu serta aksi bakar ban dan tumpukan kayu.

Aksi tersebut sebagai bentuk protes kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi yang tidak mengurus pemakaman jenazah almarhum MP, salah satu warga Negeri Watludan, setelah divonis terpapar Covid-19.

MP diketahui meninggal dunia akibat Covid-19, berdasarkan hasil Swab yang dikeluarkan oleh pihak RSUD Masohi.

Hal ini dibenarkan Raja Negeri Watludan Rony Ambrosila kepada awak media di Masohi.

Ia mengatakan, aksi spontan yang terjadi di negerinya, disebabkan pihak keluarga MP tidak terima dengan sikap petugas kesehatan RSUD Masohi, dan juga tidak terima dengan keputusan RSUD Masohi yang memvonis almarhum MP meninggal dunia dengan status positif Covid- 19.

“Kalau almarhum meninggal karena corona, maka pemakaman juga harus sesuai dengan protokol Covid-19, tapi ini kan tidak. Keluarga sendiri yang mengurus pemakaman, sementara petugas hanya mengantar jenazah dengan mobil ambulans, kemudian diserahkan kepada keluarga untuk pemakaman,”katanya

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved