Breaking News:

Maluku Terkini

Jenazah Covid-19 Sering Dipermasalahkan, DPRD Maluku Bakal Panggil Pihak RS, Satgas Hingga Dinkes

Menurutnya, tujuan dari pemanggilan ini agar tidak kembali terulang kasus yang sama.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
Mesya Marasabessy
Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury di Balai Rakyat Karang Panjang Ambon, Senin (12/4/2021) sore 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku akan memanggil pihak Rumah Sakit (RS), Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, hingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Maluku ke Balai Rakyat Karang Panjang Ambon.

Pasalnya, akhir-akhir ini masyarakat Maluku termasuk Kota Ambon sering dihebohkan dengan kejadian yang berkaitan dengan jenazah Covid-19.

"Kita akan hadirkan pihak-pihak terkait untuk membahas masalah jenazah Covid-19 yang sejak tiga hari belakangan ini selalu menghebohkan masyarakat," kata Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (9/7/2021) pagi.

Ia menerangkan, kasus jenazah Covid-19 yang sering kali terjadi seperti pihak keluarga yang rebut paksa jenazah di RS maupun kasus Tim Satgas mengambil kembali jenazah yang sudah dipulangkan ke rumah.

"Ada keluarga yang anggota keluarganya setelah meninggal dan ditetapkan sebagai orang yang positif Covid-19 melakukan protes terhadap cara penanganannya. Maka kita segera melakukan rapat dan membicarakan prosedur penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit sampai dengan meninggalnya dan bagaimana cara menanganinya," jelasnya.

Menurutnya, tujuan dari pemanggilan ini agar tidak kembali terulang kasus yang sama.

Lanjutnya, jika hal ini tidak dibicarakan dengan serius maka nantinya akan dianggap biasa dan satu waktu dapat menyusahkan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

Wattimury menuturkan, tingginya angka terkonfirmasi pasien positif Covid-19 saat ini membuat masyarakat cemas dan khawatir.

Dengan ini, pemerintah harus memberi kepastian kepada masyarakat dengan memberitahukan atau mengedukasi tentang bagaimana menangani pasien Covid-19 dan menangani orang yang meninggal karena Covid-19, sehingga tidak terjadi masalah nantinya.

"Jangan membuat keributan dengan hal-hal yang tidak boleh terjadi. Jangan membuat masalah dengan hal-hal yang sebetulnya bisa dikoordinasikan dengan baik sejak awal dan tidak menimbulkan masalah didalam masalah," tandas Wattimury.

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved