Senin, 25 Mei 2026

Virus Corona

Virus Corona Varian Lambda Bingungkan Para Ilmuwan, Mutasinya Disebut Tak Biasa

Lambda, varian virus corona terbaru yang menarik perhatian WHO, telah membuat para ilmuwan bingung karena serangkaian mutasi yang tidak biasa

Tayang:
Editor: Citra Anastasia
boldsky.com
Ilustrasi virus corona. Lambda, varian virus corona terbaru yang menarik perhatian WHO, telah membuat para ilmuwan bingung karena serangkaian mutasi yang tidak biasa. 

TRIBUNAMBON.COM - Varian baru virus corona bernama Lambda telah menarik perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Para ilmuwan kebingungan dengan varian Lambda ini.

Menurut para ilmuwan, varian Lambda merupakan mutasi yang tidak biasa.

Dilansir Financial Times, varian ini pertama kali terdeteksi di Peru dan sejak itu menyebar ke 27 negara.

Varian Lambda dilambangkan C.37.

Public Health England (PHE) mengatakan, pihaknya mendeteksi enam kasus varian Lamba antara 23 Februari dan 7 Juni, lima di antaranya sempat bepergian ke luar negeri, menurut Reuters.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Hadir Kembali, Kappa dan Lambda Jadi Varian yang Dikhawatirkan Ilmuwan

Seorang dokter di bidang biologi molekuler di universitas Cayetano Heredia di Peru, Pablo Tsukayama mengatakan bahwa ketika varian Lamba pertama kali menarik perhatian petugas medis pada bulan Desember, varian itu hanya ada satu dari setiap 200 sampel.

"Namun pada bulan Maret, sekitar 50 persen sampel di Lima adalah varian Lambda dan sekarang sekitar 80 persen. Itu akan menunjukkan tingkat penularannya lebih tinggi daripada varian lain," katanya.

FT, mengutip WHO, melaporkan bahwa 82 persen dari kasus COVID-19 baru pada Mei dan Juni di Peru adalah varian Lambda.

Negara tetangga, Chili juga tidak terhindar dari dampak buruknya, karena menyumbang hampir sepertiga dari kasus baru di sana.

Ilustrasi virus corona.
Ilustrasi virus corona. (IRNA)

Apakah varian Lambda lebih menular dari varian lain?

Para ilmuwan belum memutuskan apakah mutasi pada Lamba membuatnya menjadi lebih menular.

"Saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa varian Lambda lebih agresif daripada varian lain," kata Jairo Méndez Rico, penasihat penyakit virus yang muncul di Pan-American Health Organisatio (PAHO).

"Mungkin saja varian ini memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi tetapi lebih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk ini."

Bulan Juni lalu, Lambda dilabeli WHO sebagai "variant of interest" ketujuh sejauh ini.

Baca juga: Mengenal Virus Covid-19 Varian Lambda, Bagaimana Gejalanya dan Seberapa Berbahaya?

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved