Breaking News:

Penanganan Covid

Tingkatkan Angka Kesembuhan Covid-19, Wiku Adisasmito; Fasilitas Kesehatan Harus Cukup dan Memadai

Hal itu harus dilakukan guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

Penulis: Adjeng Hatalea | Editor: Salama Picalouhata
(DOK. Satgas Covid-19)
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjawab pertanyaan media saat memberi keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (12/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea

TRIBUNAMBON.COM - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito meminta Pemerintah Daerah (Pemda) di luar Pulau-Bali agar memastikan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan cukup dan memadai.

Hal itu harus dilakukan guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya masing-masing.
Dengan demikian pasien yang terpapar virus corona dapat ditangani dengan baik dan angka kesembuhan dapat meningkat.

"Yang paling penting adalah berdayakan posko yang telah terbentuk di tingkat desa/kelurahan untuk berkoordinasi dengan berbagai unsur agar penanganan dapat lebih sistematis dan dapat terkendali dengan baik," ucap Wiku seperti yang dikutip dari laman resmi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Update Covid-19 : Kota Ambon Semakin Mengkhawatirkan, Pemkot Tetapkan Zona Merah

Perkembangan kasus Covid-19, lanjut dia, perlu diperhatikan dengan seksama di wilayah masing-masing, serta segera menegakkan peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Segera ambil langkah-langkah efektif dan tepat sasaran untuk menekan penularan agar tidak semakin meningkat seperti di Jawa dan Bali,” ucap Wiku dalam Keterangan Pers Harian PPKM Darurat, Selasa (6/7/2021) secara daring yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Perlu diketahui, perkembangan peta zonasi risiko harus diperhatikan semua Pemda.

Menurutnya, zona risiko digunakan untuk melihat masalah pada skala yang lebih luas yaitu 34 provinsi di Indonesia.

Kementerian Kesehatan menggunakan leveling 1 – 4 dalam menilai situasi daerah secara spesifik pada indikator transmisi komunitas dan kapasitas respon pada 7 provinsi di Pulau Jawa-Bali.

Selain itu, pengkategorian daerah menggunakan warna merah, oranye, kuning dan hijau dalam zonasi risiko sesuai konsensus internasional terkait kebencanaan.

Indikator yang digunakan ialah indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved